Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Viral Polemik IGD RSUDAM, Budhi Condrowati Desak Transparansi Pelayanan

Bandarlampung (LW): Viral di media sosial kisah seorang anak yang mengaku ibunya tidak mendapatkan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung hingga akhirnya meninggal dunia menuai perhatian publik. Menanggapi polemik tersebut, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Budhi Condrowati, meminta pihak rumah sakit memberikan penjelasan secara terbuka agar duduk persoalan menjadi jelas dan tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.

Budhi menegaskan, setiap persoalan yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan harus disikapi secara serius karena menyangkut keselamatan pasien sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit milik pemerintah.

“Peristiwa ini harus menjadi perhatian serius. Jika memang ditemukan adanya kekeliruan dalam pelayanan, tentu harus dievaluasi dan diperbaiki. Namun apabila pelayanan telah berjalan sesuai prosedur, hal itu juga perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” kata Budhi, Kamis (6/8).

Menurutnya, rumah sakit, khususnya instalasi gawat darurat, tidak hanya dituntut memberikan pelayanan medis yang cepat dan profesional, tetapi juga membangun komunikasi yang baik serta mengedepankan empati kepada pasien maupun keluarga.

Ia menilai komunikasi yang efektif antara tenaga kesehatan dan keluarga pasien menjadi bagian penting dalam pelayanan, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman yang berujung pada polemik di ruang publik.

“Pelayanan kesehatan bukan hanya soal tindakan medis, tetapi juga bagaimana komunikasi dibangun dengan baik sehingga keluarga pasien memahami kondisi yang terjadi dan tidak muncul persepsi yang berbeda. Saya melihat ini menjadi kecolongan. Padahal, dari sisi pengawasan, saya menilai pelayanan RSUDAM selama ini menunjukkan banyak peningkatan,” ujarnya.

Budhi Condrowati berharap evaluasi dilakukan secara transparan dan menyeluruh sehingga dapat menghasilkan perbaikan nyata terhadap kualitas pelayanan di RSUDAM. Menurutnya, setiap keluhan masyarakat harus dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

“Kami di Komisi V DPRD Provinsi Lampung akan terus mengawal persoalan ini. Yang terpenting adalah memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, profesional, manusiawi, dan sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku,” tegasnya.

Kasus ini mencuat setelah seorang anak pasien mengunggah curahan hati melalui media sosial Threads. Dalam unggahannya, ia mengaku sang ibu sempat dibawa ke IGD RSUDAM karena kondisi kesehatannya terus menurun. Namun, menurut pengakuan keluarga, petugas menyampaikan kondisi pasien belum memenuhi kategori gawat darurat.

Keluarga kemudian membawa pasien ke rumah sakit lain untuk mendapatkan penanganan. Dalam unggahan tersebut disebutkan pasien membutuhkan transfusi empat kantong darah dan didiagnosis mengalami stroke. Tak lama kemudian, pasien dikabarkan meninggal dunia.

Namun, pihak RSUDAM membantah telah menolak pasien. Wakil Direktur Keperawatan, Pelayanan, dan Penunjang Medik RSUDAM, dr. Yusmaidi, mengatakan pasien atas nama Zulaiha tetap diterima dan menjalani pemeriksaan di IGD. (LW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *