Bandarlampung (LW): Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung terus berkomitmen untuk menjadikan politik sebagai ruang pengabdian dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Peringatan Hari Lahir (Harlah) PKB pun dikemas bukan sekadar seremoni, melainkan dengan berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan rakyat.
Rangkaian Harlah digelar selama dua hari, Sabtu (8/8) hingga Minggu (9/8/2026), dengan mengusung beragam kegiatan yang menyentuh sektor ekonomi kerakyatan, kebudayaan, kreativitas, hingga pelestarian lingkungan.
Ketua DPW PKB Lampung, Chusnunia Chalim, mengatakan keberadaan partai politik tidak boleh berhenti pada kepentingan elektoral dan perolehan suara. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan masyarakat harus dibalas dengan kerja nyata.
“Politik pada akhirnya harus bicara kebermanfaatan. Bukan hanya bagaimana mendapatkan kepercayaan masyarakat, tetapi apa yang kemudian kita kerjakan setelah kepercayaan itu diberikan,” ujar Chusnunia yang akrab disapa Nunik, Minggu (9/8).
Pesan tersebut diterjemahkan PKB Lampung melalui berbagai agenda Harlah, mulai dari festival kuliner seruit, sarasehan budaya, workshop jamu, lomba memasak nasi goreng, hingga Festival Musik Kebangkitan.
Menurut Nunik, keterlibatan pelaku UMKM dan pedagang lokal menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan. Ia ingin aktivitas partai mampu menciptakan dampak ekonomi secara langsung bagi masyarakat.
“Ketika ada kegiatan, orang datang, produk dibeli, dan kuliner dinikmati. Di situ ada roda ekonomi yang ikut bergerak. Kita ingin setiap kegiatan sebisa mungkin memberikan manfaat nyata kepada masyarakat,” katanya.
Tak berhenti pada ekonomi dan budaya, rangkaian Harlah hari kedua juga diisi aksi bersih pantai dan penanaman mangrove. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian PKB terhadap keberlanjutan lingkungan sekaligus penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Nunik menilai potensi wisata pesisir Lampung sangat besar dan dapat menjadi penggerak ekonomi apabila dikelola secara serius serta ditopang lingkungan yang terjaga.
“Kalau pantainya bersih dan terawat, orang akan nyaman berkunjung. Saat kunjungan meningkat, yang mendapatkan manfaat bukan hanya tempat wisatanya, melainkan juga pedagang, UMKM, dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan ekonomi tidak boleh dipisahkan dari kelestarian lingkungan.
“Kita tidak bisa bicara ekonomi pesisir jika lingkungannya diabaikan. Alamnya tetap dijaga, masyarakat sekitar pun mendapatkan manfaat secara berkelanjutan,” tegas Nunik.
Dorong Lampung Timur Jadi Destinasi Wisata

Dalam momentum tersebut, Nunik juga menyoroti potensi Lampung Timur yang dinilainya masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata dan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Ia mendorong peningkatan fasilitas pendukung pariwisata, termasuk ketersediaan penginapan. Menurutnya, keterbatasan akomodasi menjadi salah satu tantangan yang perlu segera dijawab.
“Di Lampung Timur masih cukup sulit mencari penginapan. Anggota dewan perlu berinvestasi di sini supaya perekonomian daerah semakin hidup,” ujarnya.
Menurut Nunik, keterlibatan kader dan legislator PKB dalam pembangunan daerah tidak harus selalu melalui kebijakan politik. Investasi dan pemberdayaan masyarakat juga dapat menjadi bentuk kontribusi nyata.
Nunik menegaskan, Harlah PKB harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan internal sekaligus memperluas kebermanfaatan partai di tengah masyarakat.
“Semua kader dan warga PKB harus membawa manfaat di sektornya masing-masing,” katanya.
Ia juga memastikan PKB Lampung akan terus membuka ruang bagi kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda. Salah satu agenda yang tengah disiapkan yakni festival band untuk mendorong lahirnya talenta musik baru dari Lampung.
“Ke depan, kita juga berencana menggelar festival band agar makin banyak lahir grup musik berbakat dari Lampung, serta berbagai program pembinaan di sektor lainnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Harlah PKB Lampung yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut sengaja dirancang agar peringatan Harlah tidak hanya dirasakan oleh kader, tetapi juga masyarakat luas.
Menurutnya, kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM, komunitas, budayawan, generasi muda, hingga masyarakat pesisir merupakan bagian dari upaya PKB untuk memperkuat kedekatan dengan rakyat.
“Harlah bukan hanya tentang perayaan ulang tahun partai. Ini menjadi momentum untuk hadir bersama masyarakat, mendengar, berinteraksi, sekaligus memberikan manfaat,” ujar Fatikhatul.
Ia menambahkan, semangat tersebut akan terus dibawa PKB Lampung melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin PKB hadir bukan hanya ketika ada agenda politik, tetapi hadir dalam kehidupan masyarakat. Karena ukuran keberhasilan partai bukan hanya seberapa besar dukungan yang diperoleh, tetapi seberapa besar manfaat yang bisa diberikan,” tegasnya. (LW)











