Bandarlampung (LW): Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) belum sepenuhnya reda. Di tengah status aktivitas yang masih berada pada Level III atau Siaga, masyarakat Lampung kembali diingatkan untuk tidak menganggap paparan debu sebagai persoalan sepele.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa, meminta pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes), meningkatkan kesiagaan untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat sebaran abu vulkanik yang masih dirasakan masyarakat.
Menurut Andika, kondisi di lapangan memang relatif terkendali dan belum menunjukkan dampak fatal yang signifikan. Namun, paparan debu di ruang terbuka masih cukup terasa sehingga potensi gangguan kesehatan tetap harus diantisipasi.
“Sampai saat ini kondisi relatif masih aman dan belum ada dampak yang begitu signifikan, tetapi memang kondisi debu masih banyak dirasakan di luar ruangan,” ujar anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil Bandar Lampung ini, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/9).
Ia meminta Dinkes memastikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan siap menghadapi kemungkinan meningkatnya keluhan masyarakat, terutama gangguan pernapasan dan iritasi mata.
“Imbauan kita agar Dinas Kesehatan memastikan kesiapan tim kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit. Selain itu, harus gencar melakukan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya abu vulkanik bagi kesehatan dan penanganannya,” tegas politisi Gerindra tersebut.
Andika juga mendukung kebijakan pembelajaran daring bagi pelajar sebagai langkah mengurangi paparan abu vulkanik. Namun, menurutnya, kebijakan tersebut harus dibarengi pengawasan orang tua agar anak tidak bebas beraktivitas di luar rumah ketika konsentrasi debu meningkat.
“Anak sekolah saat ini belajar daring. Kita juga mendorong orang tua melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya agar tidak beraktivitas di luar rumah ketika kondisi debu masih tinggi,” katanya.
Tak hanya pemerintah, Andika meminta masyarakat mengambil langkah perlindungan secara mandiri. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker dan pelindung mata serta mengikuti informasi dan imbauan resmi terkait kondisi abu vulkanik.
“Masyarakat saat beraktivitas di luar ruangan harus menggunakan masker dan pelindung mata. Kondisi debu masih terasa. Yang terpenting, pahami protokol kesehatan yang disampaikan dan selalu menjaga diri masing-masing,” pungkasnya. (LW)











