Bandarlampung (LW): Musibah yang terjadi di kawasan Taman Wisata Wira Garden mendapat respons cepat dari pihak pengelola. Sejak awal kejadian, manajemen langsung melakukan langkah pertolongan darurat serta berkoordinasi dengan pihak berwenang guna penanganan lebih lanjut.
Pengelola menyatakan saat ini fokus utama adalah mendukung proses pencarian korban yang terseret arus deras. Upaya pencarian dilakukan oleh tim gabungan dari Basarnas, TNI, dan Polri.
Manajemen Wira Garden juga turut berperan aktif dalam membantu kelancaran proses tersebut. Dukungan yang diberikan meliputi penyediaan fasilitas bagi tim pencarian, membantu pengerahan tenaga bersama masyarakat simpatisan, hingga memfasilitasi penginapan serta kebutuhan keluarga korban yang datang dari luar kota selama proses pencarian berlangsung.
Dalam keterangannya, pihak pengelola menegaskan bahwa selama ini aspek keselamatan dan kenyamanan pengunjung selalu menjadi prioritas utama. Sejak berdiri pada awal tahun 2000-an, berbagai langkah pengamanan baik secara pasif maupun aktif telah diterapkan guna mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan.
Selain itu, keberadaan Taman Wisata Wira Garden juga disebut memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam peningkatan perekonomian melalui pemberdayaan warga setempat.
“Kami segenap manajemen memohon doa dan dukungan dari seluruh pihak agar korban dapat segera ditemukan. Kami akan terus memberikan dukungan penuh selama proses pencarian berlangsung. Kejadian ini merupakan musibah alam yang tidak kita inginkan,” ujar perwakilan manajemen, Dedi Haryanto, Kamis pagi (2/4).
Sebelumnya ramai diberitakan, musibah hanyutnya dua orang mahasiswi terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, ada empat mahasiswi tengah berwisata di lokasi dan melakukan swafoto di atas batu yang berada di aliran sungai.
Sekitar lima menit, debit air tiba-tiba surut sebelum kemudian disusul datangnya arus deras secara mendadak. Kondisi tersebut memicu kepanikan di antara mereka.
Dua korban lainnya, Rika dan Damai, berhasil menyelamatkan diri dengan melompat ke batu yang lebih aman. Sementara Fatmawati (23) dan Bunga (23) hingga saat ini terseret arus dan belum ditemukan.(*)









