Lampung Tengah (LW): Di balik geliat pembangunan infrastruktur di Provinsi Lampung, Komisi IV DPRD Lampung menaruh fokus pada hal mendasar yakni memastikan setiap jalan dibangun dengan kualitas yang benar-benar terjaga dan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Hal ini ditegaskan Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung Muhammad Ghofur saat ikut meninjau langsung peletakan batu pertama (groundbreaking) perbaikan ruas jalan Kalirejo–Bangunrejo, Kabupaten Lampung Tengah, bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Jumat (3/4).
Menurut Ghofur, fungsi pengawasan menjadi bagian penting dalam memastikan setiap pekerjaan infrastruktur, khususnya jalan, agar terlaksana dengan baik dan sesuai ketentuan teknis.
“Prinsipnya kami ingin memastikan pembangunan jalan benar-benar memenuhi standar, sehingga kualitasnya terjaga dan bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ujarnya bersama para anggota Komisi IV Elsan Tomi Sagita, Budi HY, Ketut Dewi Nadi, serta sejumlah anggota DPRD dari daerah pemilihan Lampung Tengah, termasuk Ikhwan Fadil Ibrahim dan Miswan Rody.
Di tengah keterbatasan anggaran, Ghofur menekankan bahwa kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas utama. Hal ini penting agar hasil pembangunan tidak cepat mengalami kerusakan dan tetap memberikan dampak optimal.
“Kita ingin apa yang dibangun hari ini benar-benar maksimal, karena belum tentu dalam waktu dekat bisa dilakukan pembangunan kembali di lokasi yang sama,” katanya.
Terkait program pembangunan 29 ruas jalan pada 2026 yang bersumber dari APBD dan dukungan pembiayaan daerah, Ghofur menilai target kemantapan jalan sebesar 85 persen masih dalam batas realistis.
Menurutnya, capaian tersebut sangat bergantung pada pelaksanaan pekerjaan di lapangan serta kontribusi pembangunan terhadap peningkatan kondisi jalan secara keseluruhan.
“Target itu bisa dicapai selama pelaksanaannya sesuai perencanaan dan standar yang ditetapkan,” jelasnya.
Ghofur juga menyoroti pentingnya daya tahan konstruksi jalan dalam menghadapi berbagai faktor yang dapat mempercepat kerusakan, termasuk aktivitas kendaraan dengan beban berlebih.
Untuk itu, ia mendorong agar pembangunan jalan ke depan memperhatikan kualitas struktur, termasuk penggunaan konstruksi yang lebih kuat agar umur jalan lebih panjang.
Selain itu, ia mengimbau seluruh pihak, termasuk pelaku usaha pengguna jalan, untuk ikut menjaga keberlanjutan infrastruktur yang telah dibangun.
“Perlu ada kesadaran bersama untuk menjaga jalan, agar manfaatnya bisa dirasakan lebih lama,” pungkasnya. (LW)











