Bandarlampung (LW): Riuh suara mahasiswa mengguncang halaman DPRD Lampung. Di tengah teriakan tuntutan dan spanduk bernada keras, satu pesan menguat, yakni desakan agar negara tak lagi abai terhadap dugaan pelanggaran HAM dan praktik korupsi yang dinilai kian terang-benderang.
Aksi yang digelar Aliansi Mahasiswa Lampung itu langsung disambut oleh jajaran DPRD. Ketua Komisi I DPRD Lampung, Garinca Reza Pahlevi, turun menerima massa aksi, membuka ruang dialog.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa membawa spektrum isu yang luas, dari kasus nasional hingga persoalan lokal yang dinilai tak kunjung mendapat kepastian hukum. Sorotan utama mengarah pada kasus penyiraman terhadap Andrie Yunus yang dituntut diusut hingga ke aktor intelektual, bahkan didorong masuk ke ranah pidana berat.
Tak hanya itu, dugaan korupsi perjalanan dinas anggota DPRD Tanggamus ikut menjadi amunisi utama. Mahasiswa mendesak aparat penegak hukum segera menetapkan tersangka, menilai proses hukum berjalan lambat dan minim transparansi.
Isu daerah lainnya pun ikut diseret: banjir yang tak kunjung tertangani, persoalan sampah di Bandar Lampung, hingga konflik agraria yang melibatkan perusahaan seperti PT BSA.
Garinca menegaskan, DPRD tidak akan berhenti pada posisi menerima aspirasi. Ia menyebut lembaganya akan berada di garis pengawalan bersama mahasiswa.
“Aspirasi ini akan kami kawal. Kami tidak hanya menerima, tapi juga mendampingi agar prosesnya berjalan dan bisa dipantau bersama,” ujarnya, Selasa (7/4).
Komisi I, lanjutnya, siap menindaklanjuti seluruh laporan dengan meneruskannya ke pihak terkait, mulai dari pemerintah daerah, aparat kepolisian, kejaksaan, hingga pihak perusahaan yang terlibat dalam konflik.
Di sisi lain, mahasiswa datang dengan tuntutan tegas, mengusut tuntas kasus penyiraman, membuka aktor intelektual, menghentikan represivitas aparat, hingga mempercepat penanganan dugaan korupsi di daerah.
Aksi ini menjadi penanda bahwa tekanan publik belum surut. Kini, sorotan beralih ke DPRD dan aparat penegak hukum, apakah tuntutan itu akan benar-benar dikawal hingga tuntas, atau kembali tenggelam di antara janji dan prosedur? (LW)











