Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Kasus HIV di Lampung Meningkat, DPRD Minta Langkah Preventif Diperkuat

Bandarlampung (LW): Lonjakan kasus HIV di Provinsi Lampung memicu alarm serius. Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa, mendesak pemerintah tak lagi setengah hati dalam menghadapi ancaman yang kini menyasar generasi muda.

Ia mengungkapkan, tren kasus HIV di Lampung meningkat signifikan dalam waktu singkat, kondisi ini dinilai sebagai sinyal lemahnya kontrol sekaligus kurangnya edukasi yang masif di tengah masyarakat.

“Ini bukan persoalan kecil. Kalau tidak ditangani serius, bisa merusak masa depan generasi kita,” tegas Andika, Rabu (6/5).

Komisi V, lanjutnya, mendorong pemerintah daerah segera memperkuat program pencegahan dini, terutama melalui edukasi intensif di sekolah-sekolah. Sosialisasi dinilai harus kembali digencarkan secara rutin dan terstruktur, bahkan bila perlu diatur dalam bentuk peraturan daerah.

Menurut anggota DPRD Lampung dapil Bandarlampung ini, kelompok usia remaja hingga mahasiswa menjadi yang paling rentan. Minimnya pemahaman soal bahaya HIV, ditambah gaya hidup bebas dan pengaruh media sosial, membuat penyebaran virus semakin sulit dikendalikan.

“Banyak anak muda tidak paham risiko. Mereka merasa aman, padahal justru rentan. Ini yang harus disasar lewat edukasi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti maraknya aplikasi digital yang mempermudah pertemuan tanpa kontrol, yang berpotensi membuka celah penularan. Untuk itu, Andika menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama. Orang tua diminta lebih aktif mengawasi aktivitas anak, baik di dunia nyata maupun digital.

“Kontrol utama tetap di keluarga. Orang tua harus tahu anaknya ke mana, dengan siapa, dan bagaimana aktivitasnya di media sosial,” katanya.

Selain itu, ia menilai penguatan nilai agama dan moral menjadi kunci penting dalam membentengi generasi muda dari perilaku berisiko.

“Jangan tunggu angka makin tinggi. Ini sudah darurat, butuh langkah konkret sekarang juga,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Edwin Rusli mengungkapkan, tren kasus HIV di Lampung terus meningkat seiring upaya deteksi dini yang semakin agresif.

“Hingga saat ini, Lampung baru mencapai 71% Orang Dengan HIV (ODHIV) ditemukan dan masih hidup, 70% menjalani terapi ARV dan 58% dengan viral load tersupresi. Adapun data kumulatif menunjukkan tren peningkatan. Selama 2024: 5.495 ODHIV, 2025: 6.474 ODHIV dan 2026 (hingga Maret): 6.696 ODHIV,” sebutnya, kemarin.

Kasus HIV di Lampung tertinggi berada di Bandar Lampung. Dia mencatat, penularan HIV masih didominasi oleh hubungan seksual tidak aman, terutama pada pasangan heteroseksual.

“Selain itu, penularan juga terjadi akibat penggunaan jarum suntik tidak steril, transfusi darah terkontaminasi, hingga penularan dari ibu ke bayi,” bebernya. (LW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *