Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Peringati Harlah Pancasila, PDIP Lampung: Persoalan Rakyat Wajib Dikawal

Bandarlampung (LW): Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung, Winarti, menegaskan partainya tidak akan ragu mengkritik kebijakan pemerintah yang dinilai menyimpang dari kepentingan rakyat. Namun, kritik tersebut harus disampaikan berdasarkan data dan ditujukan untuk mencari solusi.

Pernyataan itu disampaikan Winarti usai memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kantor DPD PDI Perjuangan Lampung, Bandar Lampung, Senin (1/6).

Menurut Winarti, kader PDI Perjuangan di seluruh Lampung saat ini diminta aktif mengawal berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan kenaikan harga kebutuhan pokok. Langkah tersebut dinilai penting di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tekanan akibat situasi global.

“Kalau kebijakannya menyimpang jauh, kami pasti kritik dengan sangat mendasar berdasarkan data. Kritik PDI Perjuangan berdasarkan data, bukan asal membicarakan hal-hal yang tidak baik,” kata Winarti.

Ia mengatakan seluruh kader partai, baik yang berada di struktur organisasi, legislatif maupun eksekutif, diminta rutin memantau perkembangan di lapangan dan menyampaikan berbagai persoalan masyarakat kepada pemerintah.

Menurut dia, kebutuhan paling mendasar yang harus dijaga saat ini adalah ketersediaan pangan. Karena itu, upaya mewujudkan swasembada pangan harus menjadi perhatian bersama seluruh elemen bangsa.

“Kebutuhan yang paling penting adalah pangan. Untuk itu seluruh kader bergerak bersama, bersinergi dengan pemerintah, bagaimana swasembada pangan di masing-masing wilayah dapat terkontrol dengan baik,” ujarnya.

Winarti menilai semangat gotong royong yang terkandung dalam Pancasila masih relevan untuk menjawab berbagai tantangan bangsa saat ini. Ia menyinggung dampak situasi geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global yang mulai dirasakan masyarakat melalui berbagai sektor, termasuk pangan.

Karena itu, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh dimaknai hanya sebagai kegiatan seremonial. Menurut dia, nilai-nilai yang digali Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, harus diterjemahkan dalam tindakan nyata yang berpihak kepada rakyat.

Dalam kesempatan tersebut, Winarti juga mengingatkan kader partai untuk terus hadir di tengah masyarakat. Ia menyebut pendidikan politik yang dilakukan PDI Perjuangan tidak hanya melalui teori dan kegiatan di kantor partai, tetapi juga diwujudkan melalui pendampingan terhadap petani, nelayan, buruh, dan kelompok masyarakat lainnya.

Selain menyoroti persoalan pangan, Winarti mengajak generasi muda memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan nilai-nilai Pancasila. Menurut dia, ruang digital harus menjadi sarana memperkuat persatuan dan menyampaikan kritik secara santun serta bertanggung jawab.

Ia juga meminta seluruh kader PDI Perjuangan terus menyuarakan aspirasi masyarakat sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

“Pancasila harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di ruang digital. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi tetap harus menjaga persatuan dan saling menghormati,” kata Winarti.

Pada peringatan Hari Lahir Pancasila tersebut, Winarti menegaskan kembali tiga pesan utama kepada kader partai, yakni turun ke rakyat, menjaga persatuan, dan mengedepankan gotong royong dalam setiap langkah politik maupun sosial.

“Sumber kita adalah rakyat. Karena itu, tugas kita adalah terus bersama rakyat dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan mereka,” ujar Winarti. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *