Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Hari Lahir Pancasila, Budiman AS Dorong Penguatan Karakter dan Wawasan Kebangsaan Generasi Muda

Bandarlampung (LW): Penguatan pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan dinilai semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital. Momentum Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kebangsaan harus terus ditanamkan, khususnya kepada generasi muda sebagai penerus bangsa.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Budiman AS, saat menggelar sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Ratu Dibalau, Gang Cempaka 3, Kelurahan Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang, Bandarlampung, Senin (1/6).

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila itu menjadi sarana edukasi dan dialog bersama masyarakat mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, sumber hukum, sekaligus pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Antusiasme warga terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Masyarakat aktif mengikuti diskusi dan menyampaikan berbagai pandangan terkait tantangan kebangsaan yang dihadapi saat ini, terutama dalam membangun karakter generasi muda di era digital.

Dalam sesi dialog, sejumlah warga berharap pendidikan Pancasila dan pendidikan karakter kembali diperkuat di lingkungan sekolah. Aspirasi tersebut muncul seiring kekhawatiran terhadap menurunnya pemahaman sebagian generasi muda mengenai nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan cinta tanah air.

Menurut warga, perkembangan teknologi digital memang membuka akses informasi yang luas dan memberikan banyak manfaat. Namun, di sisi lain, kemajuan teknologi juga menghadirkan tantangan baru yang perlu diantisipasi melalui penguatan karakter serta literasi kebangsaan.

Karena itu, pemanfaatan teknologi perlu diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, mempererat persatuan, dan menumbuhkan semangat nasionalisme, sehingga generasi muda mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa.

Budiman AS menegaskan, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus diwujudkan dalam tindakan nyata dan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini, masyarakat jangan hanya memahami nilai-nilai Pancasila secara teoritis, tetapi juga mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga persatuan dan keutuhan bangsa,” ujar Budiman.

Ia berharap kegiatan pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan dapat terus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, Akademisi Universitas Lampung, Budihardjo, yang hadir sebagai narasumber menegaskan bahwa menjaga persatuan merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Menurutnya, perbedaan suku, agama, budaya, maupun pandangan politik tidak boleh menjadi pemicu perpecahan, melainkan harus menjadi kekuatan dalam membangun Indonesia yang lebih maju.

“Persatuan adalah modal utama bangsa Indonesia. Di tengah derasnya arus informasi dan berbagai tantangan global, masyarakat harus mampu menyaring informasi dengan bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam menjaga kerukunan dan memperkuat persaudaraan antarsesama anak bangsa,” ujar Budiharjo.

Ia menambahkan, penguatan wawasan kebangsaan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan, lingkungan keluarga, serta aktivitas sosial kemasyarakatan agar semangat persatuan tetap terjaga di tengah perubahan zaman. (LW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *