Bandarlampung (LW): Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil VI (Tulangbawang, Tulangbawang Barat dan Mesuji), Putra Jaya Umar, memastikan akan mengawal pembangunan Jembatan Way Kali Nuri di Tiyuh Gunung Katun, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), hingga masuk tahap pelelangan dan segera dikerjakan.
Bagi Putra, proyek tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan kebutuhan mendesak masyarakat yang telah lama menanti akses transportasi yang aman dan memadai. Karena itu, ia menegaskan tidak ingin proyek yang telah masuk dalam Anggaran Murni Tahun 2026 tersebut berjalan lambat atau terhambat di tengah proses administrasi.
Komitmen itu disampaikannya usai menghadiri pengukuhan kepengurusan Partai Golkar tingkat kecamatan di Tulang Bawang Udik, Sabtu (13/6).
Menurut Putra, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, pembangunan Jembatan Way Kali Nuri saat ini telah memasuki tahap perencanaan. Konsultan perencana juga telah ditunjuk untuk menyusun desain teknis serta kebutuhan pembangunan secara menyeluruh.
Menariknya, proyek tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan jembatan. Pemerintah juga menyiapkan penataan kawasan secara terpadu dengan membenahi sistem drainase serta meningkatkan elevasi badan jalan di kedua sisi jembatan guna mengurangi potensi banjir yang selama ini menjadi persoalan warga.
“Pembangunan yang direncanakan bukan hanya jembatannya saja. Sistem drainase akan dibenahi agar aliran air lebih lancar, kemudian ruas jalan pada sisi sebelum dan sesudah jembatan juga akan ditinggikan sebagai upaya mengantisipasi terjadinya banjir di lokasi tersebut,” kata Ketua Golkar Tubaba ini.
Ia menegaskan, dengan telah masuknya proyek tersebut ke dalam anggaran tahun berjalan, tahapan berikutnya tinggal menunggu proses administrasi dan pelelangan. Namun demikian, dirinya akan terus melakukan pengawasan agar seluruh proses dapat berjalan lebih cepat.
“Saya akan kembali berkoordinasi dengan Kepala Dinas BMBK terkait progres pembangunan ini, termasuk memastikan kapan proses lelang dapat dilaksanakan. Sebab, pembangunan jembatan tersebut sudah masuk dalam anggaran tahun ini dan menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat,” tegasnya.
Putra menilai keberadaan Jembatan Way Kali Nuri memiliki nilai strategis bagi Tubaba. Selain menjadi jalur utama mobilitas masyarakat, jembatan tersebut juga menjadi penopang aktivitas ekonomi, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga konektivitas antarwilayah.
Karena itu, ia memastikan akan terus mengawal proyek tersebut hingga terealisasi di lapangan.
“Masyarakat sudah terlalu lama menunggu. Ini bukan hanya soal membangun jembatan, tetapi membuka akses, memperlancar ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, pembangunan Jembatan Way Kali Nuri harus segera diwujudkan,” pungkasnya. (*/LW)











