Bandarlampung (LW): Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-344 Kota Bandarlampung harus menjadi momentum evaluasi sekaligus percepatan pembangunan di berbagai sektor strategis. Hal itu disampaikan Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil Bandarlampung, Andika Wibawa, yang menilai usia kota yang semakin matang harus diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Andika, Bandarlampung telah berkembang menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, ekonomi, dan jasa di Provinsi Lampung. Namun di balik berbagai capaian tersebut, masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang perlu mendapat perhatian serius, mulai dari sektor pendidikan, ketersediaan ruang terbuka hijau, hingga persoalan banjir yang kerap menghantui warga di sejumlah wilayah.
“Di usia ke-344 tahun ini, Bandarlampung harus mampu bertransformasi menjadi kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakatnya,” ujar Andika (17/6).
Ia menyoroti sektor pendidikan yang menurutnya harus terus diperkuat agar mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta penguatan sarana dan prasarana sekolah menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diselesaikan.
Selain pendidikan, Andika juga menekankan pentingnya peningkatan layanan kesehatan yang mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat. Ia berharap fasilitas kesehatan milik pemerintah dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi pelayanan, tenaga medis maupun infrastruktur pendukung.
“Kesehatan dan pendidikan merupakan investasi jangka panjang daerah. Jika dua sektor ini kuat, maka kualitas masyarakat juga akan meningkat,” katanya.
Di sisi lain, politisi Gerindra tersebut menilai keberadaan ruang terbuka hijau menjadi kebutuhan yang semakin mendesak di tengah pesatnya pembangunan perkotaan. Ruang hijau tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial sekaligus sarana menjaga keseimbangan lingkungan.
Menurutnya, pembangunan kota harus memperhatikan aspek keberlanjutan agar Bandarlampung tetap nyaman dihuni oleh generasi saat ini maupun generasi mendatang.
Persoalan banjir juga menjadi sorotan utama. Andika menilai penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan langkah terintegrasi mulai dari perbaikan sistem drainase, normalisasi sungai, pengendalian tata ruang hingga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
“Banjir masih menjadi keluhan masyarakat di beberapa titik. Ini harus menjadi agenda prioritas karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, legislatif dan masyarakat agar penanganannya lebih efektif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Pada momentum HUT ke-344 Kota Bandarlampung, Andika mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga semangat gotong royong dan partisipasi dalam pembangunan daerah.
“Selamat Hari Jadi ke-344 Kota Bandarlampung. Semoga kota yang kita cintai ini semakin maju, semakin hijau, semakin sehat, semakin cerdas, dan semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan,” pungkasnya. (LW)











