Bandarlampung (LW): Anggota DPRD Provinsi Lampung Wahrul Fauzi Silalahi, menyatakan siap maju dalam Temu Karya Karang Taruna Provinsi Lampung. Wahrul membawa visi menghidupkan kembali kejayaan Karang Taruna melalui penguatan peran pemuda, pemberdayaan ekonomi, serta sinergi yang erat dengan Pemerintah Provinsi Lampung.
Wahrul mengaku bersyukur atas dukungan yang mengalir dari para Ketua Karang Taruna kabupaten dan kota di Lampung. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi untuk menyatukan semangat seluruh kader dalam membangkitkan kembali eksistensi Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan yang hadir dan bermanfaat bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, Temu Karya Karang Taruna Provinsi Lampung dijadwalkan berlangsung pada 8 Agustus 2026, bertepatan dengan rencana kunjungan Ketua Umum Karang Taruna, Budi Juwandono, ke Provinsi Lampung.
Meski menyatakan siap menerima amanah, Wahrul menegaskan dirinya akan terlebih dahulu meminta arahan dan restu dari Gubernur Lampung. Baginya, Karang Taruna harus berjalan selaras dengan arah pembangunan daerah sehingga mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Jika dipercaya memimpin Karang Taruna Provinsi Lampung, Wahrul berkomitmen mengembalikan kejayaan organisasi sebagaimana pada era kepemimpinan Fauzi AT, ketika Karang Taruna Lampung mendapat perhatian nasional hingga dikunjungi Presiden Soeharto. Menurutnya, capaian tersebut menjadi inspirasi untuk kembali menjadikan Karang Taruna sebagai organisasi yang diperhitungkan di tingkat nasional.
Sebagai langkah konkret, Wahrul menyiapkan program pemberdayaan 1.000 UMKM di Provinsi Lampung. Program itu ditujukan untuk memperkuat kemandirian ekonomi pemuda sekaligus membuka peluang usaha yang berkelanjutan.
Selain itu, Karang Taruna juga akan didorong mengambil peran aktif dalam menyukseskan berbagai program pemerintah, di antaranya Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program dryer yang digagas Gubernur Lampung, hingga mengawal penyaluran kuota pupuk cair agar tepat sasaran.
“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton. Pemuda harus tampil sebagai pelaku pembangunan, hadir di tengah masyarakat, dan menjadi bagian dari solusi untuk menyukseskan program pemerintah,” tegas Wahrul.
Menurutnya, potensi pemuda Lampung sangat besar, baik dalam pemberdayaan masyarakat, mendukung pembangunan daerah, maupun penanganan bencana. Semangat gotong royong yang masih terjaga di tingkat desa, seperti memasang bendera Merah Putih, memperbaiki fasilitas lingkungan, membantu kegiatan sosial, hingga memakmurkan masjid, merupakan modal sosial yang harus dihimpun dan diperkuat.
Wahrul optimistis, dengan semangat kebersamaan dan kepemimpinan yang kuat, Karang Taruna dapat kembali menjadi organisasi kepemudaan yang mampu melahirkan inovasi, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta menjadi garda terdepan dalam pembangunan di Provinsi Lampung.
“Semangat gotong royong dan besarnya potensi pemuda harus menjadi kekuatan utama Karang Taruna untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung,” pungkasnya. (LW)











