Bandarlampung (LW): Program bantuan pupuk organik cair yang dijalankan Pemerintah Provinsi Lampung mendapat apresiasi dari Komisi II DPRD Provinsi Lampung. Program unggulan tersebut dinilai mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan layak diperluas agar menjangkau lebih banyak komoditas unggulan.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Fauzi Heri, mengatakan bantuan pupuk organik cair kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan hasil panen di berbagai daerah.
Menurut Fauzi, berdasarkan hasil pelaksanaan selama hampir dua tahun, penggunaan pupuk organik cair terbukti mampu meningkatkan produktivitas tanaman, baik pada lahan yang sebelumnya memiliki hasil rendah maupun lahan yang sudah produktif.
“Program ini sudah berjalan hampir dua tahun dan hasilnya sangat baik. Produktivitas pertanian meningkat, baik di lahan yang sebelumnya kurang optimal maupun di lahan yang memang sudah produktif. Artinya, program ini benar-benar memberikan manfaat bagi para petani,” ujar Fauzi (8/7).
Sebagai mitra kerja Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung, Komisi II DPRD terus mendukung keberlanjutan program tersebut melalui pengalokasian anggaran dalam setiap pembahasan APBD.
Fauzi menjelaskan, pada tahun pertama pelaksanaan, bantuan masih disalurkan secara bertahap. Sementara pada tahun ini jumlah bantuan ditingkatkan. Pemerintah memberikan biang pupuk organik cair kepada kelompok tani agar dapat dikembangkan dan didistribusikan kembali kepada para petani.
“Tahun pertama program ini masih dilakukan secara bertahap. Sekarang jumlah bantuannya sudah ditingkatkan. Yang diberikan bukan hanya pupuk, tetapi biangnya sehingga kelompok tani bisa mengembangkannya sendiri dan menyalurkan kepada anggotanya,” jelasnya.
Ia berharap cakupan program tidak berhenti pada komoditas padi dan jagung. Menurutnya, tanaman perkebunan seperti kopi juga memiliki peluang besar untuk meningkatkan produktivitas melalui penggunaan pupuk organik cair.
“Ke depan kami berharap program ini diperluas. Jangan hanya untuk padi dan jagung, tetapi juga menyasar komoditas lain seperti kopi yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan hasil produksi melalui penggunaan pupuk organik cair,” tegas Fauzi.
Ia berharap perluasan program bantuan pupuk organik cair dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas berbagai komoditas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di Provinsi Lampung. (LW)











