Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

MBG Libur, Mikdar Ilyas: Petani hingga Pekerja Langsung Terdampak

Bandarlampung (LW): Liburnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama dua pekan menjadi perhatian DPRD Provinsi Lampung. Anggota DPRD Lampung, Mikdar Ilyas, menilai penghentian sementara program tersebut, berdampak langsung terhadap roda perekonomian masyarakat, terutama petani, peternak, pelaku usaha, hingga tenaga kerja yang bergantung pada rantai pasok MBG.

Menurut Mikdar, MBG tidak hanya berfungsi sebagai program pemenuhan gizi bagi peserta didik, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal melalui penyerapan berbagai komoditas hasil pertanian dan peternakan.

“Program ini memiliki keterkaitan langsung dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sayur-mayur, buah-buahan, telur, hingga berbagai hasil pertanian lainnya terserap melalui kebutuhan dapur MBG,” ujarnya, Selasa (7/7).

Ia mengungkapkan, saat program dihentikan sementara selama dua minggu karena liburan sekolah, dampaknya langsung dirasakan para petani. Harga sejumlah komoditas pertanian maupun peternakan seperti ayam potong dan telur mengalami penurunan karena berkurangnya permintaan, sementara pasar yang selama ini menyerap hasil panen ikut melemah.

Mikdar mengaku menerima banyak keluhan dari petani dan peternak. Salah satunya datang dari petani pisang yang mengaku kehilangan pasar setelah distribusi bahan pangan untuk MBG terhenti.

“Kami turun langsung ke lapangan dan mendengar sendiri keluhan masyarakat. Baru dua minggu program libur, dampaknya sudah terasa. Ini menunjukkan bahwa MBG benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Menurutnya, dampak tersebut tidak hanya dirasakan sektor pertanian dan peternakan, tetapi juga pelaku usaha serta pekerja yang selama ini memperoleh penghasilan dari aktivitas produksi dan distribusi kebutuhan MBG.

Karena itu, Mikdar menegaskan apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan program, pemerintah sebaiknya melakukan evaluasi dan perbaikan, bukan menghentikan program yang telah memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah.

“Kalau ada yang perlu dibenahi, tentu harus dievaluasi. Jangan sampai program yang sudah memberi manfaat besar bagi masyarakat justru dihentikan. Yang dibutuhkan adalah penyempurnaan tata kelola,” tegasnya.

Mikdar berharap program Makan Bergizi Gratis dapat terus dilanjutkan dengan pengelolaan yang semakin baik sehingga mampu memperluas penyerapan hasil pertanian, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. (LW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *