Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Festival Nyambai 2026: Merawat Tradisi, Menghidupkan Ekonomi Pesisir Barat

Pesisir Barat (LW): Tradisi Nyambai akan kembali bergema di Kabupaten Pesisir Barat. Menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Yayasan Lamban Lembah bersama Desa Budaya Wisata Bumi Lebu menggelar Festival Nyambai 2026 selama dua hari, 14–15 Agustus 2026.

Festival budaya tersebut dipusatkan di Pekon Negeri Ratu Tenumbang, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat. Sebanyak 10 marga dari berbagai wilayah di Pesisir Barat dijadwalkan ambil bagian dalam perhelatan yang mengusung semangat pelestarian adat dan budaya tersebut.

Pembukaan festival dijadwalkan berlangsung pada Jumat (14/8) pukul 19.00 WIB dan direncanakan dihadiri Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi Lampung bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat.

Ketua Panitia Festival Nyambai 2026, Novri Rahman, M.Pd., mengatakan festival tersebut bukan sekadar pertunjukan budaya, tetapi menjadi ruang untuk mempertemukan keberagaman tradisi Nyambai yang hidup di Pesisir Barat dalam satu panggung.

“Festival ini bertujuan menghadirkan keberagaman Nyambai yang ada di Pesisir Barat dalam satu panggung. Ini juga menjadi langkah pelestarian dan pengembangan budaya sekaligus mendukung promosi pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Novri (11/8).

Nyambai sendiri telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Kebudayaan pada 2017. Tradisi tersebut masuk dalam domain adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan.

Karena itu, Festival Nyambai 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat eksistensi tradisi tersebut sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda dan masyarakat luas.

Richard, selaku founder Desa Wisata Budaya Bumi Lebu, menyambut positif pelaksanaan festival di wilayahnya. Ia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan misi Desa Budaya Bumi Lebu dalam menjaga dan memanfaatkan kekayaan budaya sebagai bagian dari pengembangan pariwisata.

“Secara prinsip, kegiatan ini sejalan dengan misi kami di Desa Budaya Bumi Lebu dalam hal pelestarian dan pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan, terutama Nyambai, yang selama ini hanya dapat kita saksikan di momen tayuhan adat marga saja,” ujar Richard.

Menurutnya, Festival Nyambai kali ini menjadi momentum penting karena tradisi tersebut untuk pertama kalinya di Pesisir Barat ditampilkan secara lebih utuh dalam sebuah festival.

“Dalam konteks Nyambai di Pesisir Barat, ini baru pertama kalinya difestivalkan. Kegiatan ini mengangkat proses tradisi secara utuh dalam satu sajian pertunjukan dan diwakilkan oleh 10 Sai Batin Marga se-Pesisir Barat,” jelasnya.

Tak hanya menyuguhkan pertunjukan budaya, festival ini juga dirancang memberi dampak terhadap perekonomian masyarakat. Sejumlah pelaku UMKM Pesisir Barat akan dilibatkan untuk meramaikan kegiatan.

Bahkan, sejumlah UMKM dari kabupaten/kota lain, termasuk Bandar Lampung, dipastikan ikut ambil bagian. Kehadiran pelaku usaha tersebut diharapkan membuat festival tidak hanya menjadi panggung budaya, tetapi juga menjadi ruang promosi produk lokal dan penggerak ekonomi kreatif.

Antusiasme masyarakat terhadap Festival Nyambai 2026 juga disebut cukup tinggi. Sejumlah calon penonton dari luar Pesisir Barat bahkan telah memastikan diri hadir untuk menyaksikan langsung pertunjukan budaya tersebut.

Arman AZ, Ketua Yayasan Lamban Lembah, mengatakan festival ini sekaligus menjadi ruang silaturahmi masyarakat dan momentum untuk mempertemukan seni serta adat budaya Pesisir Barat.

“Festival ini merupakan ruang silaturahmi sekaligus momentum bagi masyarakat untuk menyaksikan perpaduan seni dan adat budaya di Pesisir. Kami berharap festival ini menjadi stimulus atau pembuka bagi pelaksanaan Festival Nyambai berikutnya di Pesisir Barat,” kata Arman.

Bumi Lebu sendiri berada di Pekon Negeri Ratu Tenumbang dan telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Lampung sebagai salah satu Desa Wisata Berbudaya bersama sejumlah desa lainnya di Lampung.

Dengan menggabungkan kekuatan adat, seni pertunjukan, pariwisata dan UMKM, Festival Nyambai 2026 diharapkan menjadi panggung budaya yang tidak hanya menjaga tradisi agar tetap hidup, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Pesisir Barat.

Festival ini menjadi pesan kuat bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kekuatan yang dapat dirawat, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (LW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *