Bandarlampung (LW): Keluarga Septiani, pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung, mengaku terpaksa mengungsi dari rumah pada dini hari setelah diduga mendapat ancaman dari seorang tetangga berinisial Wito, Kamis (6/8) sekitar pukul 01.00 WIB.
Peristiwa yang terjadi di Jalan Putri Balau, Gang Walet Nomor 14, RT 002/RW 000, Kelurahan Tanjung Agung Raya, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, bermula saat sepupu Septiani yang akrab disapa Eneng menegur Wito karena suara bising yang dinilai mengganggu warga yang sedang beristirahat.
“Eneng hanya menyampaikan, ‘Pak tolong dong, saya mau tidur, berisik’,” ujar Septiani.
Namun, menurut Septiani, teguran tersebut justru memicu kemarahan Wito. Ia mengaku Wito melontarkan ancaman kepada Eneng dan melempar sebuah botol minuman ke arah pintu dapur rumah keluarganya.
Merasa keselamatan keluarganya terancam, Septiani memutuskan membawa seluruh anggota keluarga meninggalkan rumah untuk sementara waktu. Langkah itu diambil guna menghindari kemungkinan terjadinya tindakan yang lebih jauh.
“Atas kejadian itu kami sekeluarga mengungsi untuk menghindari dia,” kata Septiani.
Ia mengungkapkan, saat peristiwa berlangsung Ketua RT setempat, Edy, bersama seorang anggota Linmas bernama Kemat berada di rumah Wito. Menurut pengakuannya, Wito sempat menyampaikan bahwa dirinya merasa malu karena ditegur Eneng, terlebih saat itu terdapat aparat lingkungan di lokasi.
Septiani menambahkan, keluarganya masih merasa khawatir untuk kembali ke rumah sebelum situasi benar-benar kondusif. Karena itu, ia berharap ada langkah cepat dari aparat agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Sebagai tindak lanjut, Septiani mengaku telah menyampaikan laporan awal kepada Bhabinkamtibmas setempat melalui pesan WhatsApp dan berharap laporan tersebut segera ditindaklanjuti.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Wito maupun pihak kepolisian terkait dugaan pengancaman tersebut. Lampungway masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak yang bersangkutan serta aparat kepolisian guna memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan. (LW)









