Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

15 SMA Terbuka Hadir, Lampung Kejar Anak Putus Sekolah

Bandarlampung (LW): Putus sekolah bukan berarti putus harapan. Pemerintah Provinsi Lampung membuka jalur pendidikan alternatif melalui program SMA Terbuka untuk memberi kesempatan kepada anak-anak usia sekolah yang terpaksa meninggalkan bangku pendidikan karena bekerja maupun keterbatasan waktu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Americo mengatakan, saat ini SMA Terbuka telah berjalan di 15 sekolah yang tersebar di kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Program tersebut menjadi salah satu inovasi Pemprov Lampung untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah.

“SMA Terbuka ini untuk mengakomodasi anak-anak yang putus sekolah atau anak yang sudah bekerja, tetapi tidak punya waktu untuk belajar di sekolah reguler,” ujar Thomas, kemarin.

Menurutnya, konsep SMA Terbuka dirancang jauh lebih fleksibel dibandingkan sekolah reguler. Waktu, pola pembelajaran, materi, bahan ajar hingga kurikulum dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.

Proses belajar pun tidak harus berlangsung di ruang kelas sekolah. Pembelajaran dapat dilakukan di rumah warga, kantor desa maupun lokasi lain yang disepakati dan dinilai nyaman untuk kegiatan belajar.

“Belajarnya tidak mesti di sekolah. Bisa disepakati di rumah warga, di kantor desa, atau tempat-tempat yang nyaman untuk proses pembelajaran. Tidak harus selalu tatap muka, bisa juga daring. Guru tamu juga datang ke lokasi,” jelasnya.

Fleksibilitas itu menjadi kekuatan utama SMA Terbuka, khususnya bagi anak-anak yang harus membagi waktu antara bekerja dan belajar.

Thomas menyebut, program tersebut kini telah diikuti 304 peserta didik. Ia bersyukur program yang masih tergolong baru itu sudah mulai berjalan dan mendapat respons dari masyarakat.

“Sekarang sudah ada 304 murid yang belajar di SMA Terbuka. Saya bersyukur ini sudah berjalan dan sudah ada muridnya. Mudah-mudahan tahun depan semakin banyak,” katanya.

SMA Terbuka menyasar anak usia sekitar 15 hingga 21 tahun yang mengalami putus sekolah namun masih memiliki keinginan melanjutkan pendidikan.

Sementara masyarakat dengan usia lebih dewasa tetap dapat mengakses pendidikan melalui jalur Paket C. Pemerintah juga tetap menjalankan berbagai skema pendidikan lainnya, termasuk pendidikan jarak jauh (PJJ).

“Kita tidak mau mengganggu yang sudah ada. SMA Terbuka jalan, Paket C jalan, PJJ juga jalan. Semuanya harus kita dukung,” ujar Thomas.

Ia menjelaskan, karena program SMA Terbuka baru dimulai, pembelajaran saat ini dimulai dari kelas 10. Peserta didik yang sebelumnya putus sekolah di tingkat kelas 11 atau 12 harus mengikuti pembelajaran dari awal karena jenjang kelas lanjutan belum tersedia.

Namun, seiring program berjalan, skema tersebut dapat berkembang. Ketika kelas 11 dan 12 sudah terbentuk, peserta didik baru nantinya dapat masuk sesuai jenjang yang tersedia.

Thomas menegaskan, SMA Terbuka merupakan program yang mendapat perhatian langsung dari Gubernur Lampung sebagai bagian dari upaya menekan angka putus sekolah.

“Ini program Pak Gubernur. Ini atensi Pak Gubernur untuk menurunkan angka putus sekolah di Provinsi Lampung. Tidak semua provinsi punya ini. Lampung ada,” tegasnya.

Pembiayaan program tersebut bersumber dari APBD Provinsi Lampung. Ke depan, jumlah sekolah penyelenggara SMA Terbuka sangat mungkin ditambah apabila animo masyarakat meningkat.

“Ini masih embrio awal. Kalau tahun depan animonya banyak, bisa saja ditambah. Kita akan klaster wilayah mana yang membutuhkan tambahan SMA Terbuka,” katanya.

Thomas berharap program tersebut tidak sekadar menjadi solusi jangka pendek, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap kualitas sumber daya manusia Lampung. Dalam tiga tahun ke depan, ia berharap SMA Terbuka efektif menekan angka putus sekolah sekaligus ikut mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung.

Baginya, pendidikan tetap menjadi kunci utama untuk meningkatkan taraf hidup dan peradaban masyarakat.

“Untuk meningkatkan peradaban dan taraf hidup, jalur yang paling efektif adalah pendidikan. Pendidikan itu penting. Dari ilmu, kita bisa berpikir kritis, dan ilmu itu kita dapat di sekolah,” pungkas Thomas. (LW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *