Lampung Tengah (LW): Dari jalan yang rusak hingga ancaman krisis air bersih saat kemarau, suara warga dari dua kecamatan mengalir deras dalam reses Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi, di Kampung Terbanggi Mulya, Kecamatan Bandar Mataram, Selasa (19/8/2026). Beragam kebutuhan mendasar itu kini dititipkan kepada Dewi Nadi untuk dikawal, agar tak sekadar berhenti sebagai tulisan di lembar aspirasi.
Reses tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung kebutuhan yang selama ini belum sepenuhnya terjawab. Tak hanya warga Bandar Mataram, perwakilan masyarakat dari Kecamatan Seputih Mataram juga hadir membawa aspirasi dari kampung mereka.
Di hadapan Ni Ketut Dewi Nadi, warga menitipkan harapan yang sederhana, tetapi menyangkut kebutuhan mendasar: jalan yang layak, air bersih saat kemarau, lingkungan yang bebas genangan, penerangan yang memadai hingga perhatian terhadap kesejahteraan tokoh-tokoh keagamaan.
Dari Kampung Terbanggi Mulya, persoalan infrastruktur menjadi salah satu aspirasi utama. Warga mengusulkan perbaikan jalan kabupaten sepanjang sekitar 3 kilometer yang selama ini menjadi akses penting bagi aktivitas masyarakat dan jalur pengangkutan hasil bumi.
Bagi warga, jalan bukan sekadar bentangan aspal. Jalan yang baik berarti hasil pertanian dapat diangkut dengan lebih mudah, mobilitas masyarakat tidak lagi terhambat dan roda ekonomi kampung dapat bergerak lebih cepat.
Selain jalan, masyarakat juga mengusulkan penambahan tiang listrik yang menjangkau Dusun 1 hingga Dusun 7. Penerangan dinilai penting bukan hanya untuk menunjang aktivitas warga, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Persoalan air bersih pun menjadi perhatian serius. Untuk mengantisipasi krisis air ketika musim kemarau, warga mengusulkan pembangunan sumur bor di tujuh titik yang tersebar di tujuh dusun.
Usulan pembangunan drainase di Dusun 1, 3 dan 4 juga disampaikan. Keberadaan drainase diharapkan mampu mengendalikan luapan air sekaligus menjaga ketahanan jalan dan lingkungan permukiman warga.
Tak hanya pembangunan fisik, warga Terbanggi Mulya turut menyuarakan aspirasi di bidang sosial dan keagamaan melalui pengajuan insentif bagi guru ngaji dan para modin di tujuh dusun.
Sementara dari Kampung Bumi Setia Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, persoalan jalan lingkungan dan drainase menjadi kebutuhan mendesak yang dibawa dalam agenda reses tersebut.
Masyarakat mengusulkan perbaikan jalan lingkungan sepanjang sekitar satu kilometer di Dusun 5 yang kondisinya dilaporkan rusak parah. Di lokasi yang sama, warga juga berharap pembangunan drainase sepanjang satu kilometer dapat segera mendapat perhatian.

Aspirasi dari dua kampung itu menambah daftar persoalan pembangunan yang harus dikawal. Di samping kebutuhan jalan, drainase dan air bersih, dalam lembar aspirasi masyarakat juga muncul kebutuhan rehabilitasi fasilitas pelayanan, dukungan kendaraan untuk menunjang aktivitas masyarakat serta persoalan lingkungan yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Ni Ketut Dewi Nadi menerima langsung berbagai masukan tersebut. Ia menegaskan aspirasi warga tidak boleh berhenti sebagai catatan dalam agenda reses.
Seluruh usulan, kata dia, akan dihimpun dalam laporan resmi reses dan diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan serta pembahasan anggaran bersama pemerintah daerah.
“Aspirasi ini menyangkut kebutuhan mendasar warga, mulai dari akses jalan penopang ekonomi, air bersih, hingga insentif keagamaan. Semua usulan ini akan kami kaji dan kawal agar masuk ke dalam program prioritas pembangunan,” tegas Ni Ketut Dewi Nadi.
Menurut Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung Fraksi PDI Perjuangan ini, reses bukan sekadar agenda rutin anggota DPRD untuk kembali ke daerah pemilihan. Lebih dari itu, reses adalah kesempatan untuk mendengar langsung suara masyarakat yang terkadang tidak seluruhnya terlihat dari balik meja pemerintahan.
Sebab, masyarakat di tingkat kampunglah yang setiap hari merasakan jalan rusak, kesulitan mendapatkan air bersih, menghadapi genangan ketika drainase tidak berfungsi, serta mengetahui kebutuhan paling mendesak di lingkungannya. (LW)











