Tak Cukup Dihafal, Ketut Dewi Nadi Dorong Pancasila Jadi Pedoman Hidup

Lampung Tengah (LW): Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi, mengajak masyarakat menjadikan Pancasila bukan sekadar dasar negara yang dihafalkan, tetapi pedoman yang benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan itu disampaikan Ni Ketut Dewi Nadi saat melaksanakan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila Tahap II di halaman Balai Banjar Rama Murti, Dusun 3, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah, Minggu (27/9).

Mengusung tema “Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari”, kegiatan tersebut diikuti para warga terutama kalangan pemuda dan pemudi masyarakat Kampung Rama Murti 2.

Dalam kesempatannya, Ketut Dewi Nadi menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila sesungguhnya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Mulai dari menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, bergotong royong, bermusyawarah hingga memperlakukan sesama secara adil.

“Pancasila jangan hanya kita ucapkan dan hafalkan. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilainya kita jalankan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dewi Nadi.

Menurut Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung ini, pengamalan Pancasila menjadi semakin penting di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat. Masyarakat, khususnya generasi muda, perlu memiliki fondasi nilai yang kuat agar tetap mampu menjaga persatuan dan kebersamaan.

“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah. Justru dengan Pancasila kita memiliki landasan untuk saling menghargai, menjaga persatuan dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Dewi Nadi menghadirkan Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, SE., M.Sos., serta Ni Made Winarti, SE., sebagai narasumber.

Kehadiran kedua narasumber turut memperkaya pembahasan mengenai pentingnya menghidupkan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat, baik dalam lingkungan keluarga, kehidupan bermasyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dewi Nadi berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong masyarakat untuk menerjemahkan Pancasila melalui tindakan nyata.

“Kalau nilai Pancasila hidup di tengah masyarakat, maka gotong royong, toleransi, persatuan dan kepedulian terhadap sesama akan menjadi kekuatan dalam membangun daerah,” pungkasnya. (LW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *