Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Waspada! Pasien Anak Gangguan Jiwa Karena Kecanduan Game, Meningkat

Bandarlampung (LW): DPRD Lampung mengaku prihatin dengan meningkatnya pasien anak gangguan jiwa akibat kecanduan bermain game online di gadget selama masa Pandemi Covid-19.

Pasien gangguan kejiwaan anak-anak dan remaja ini dimulai sejak pandemi covid-19 rentan 2020-2021.

“Efek pandemi covid-19 banyak peningkatan pasien, terutama anak-anak karena kecanduan main game,” kata Sekretaris Komisi V DPRD Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kamis (18/11).

Hal ini menjadi tamparan dan peringatan bagi para orang tua untuk selalu meningkatkan pengawasan dan perhatian terhadap anak-anaknya.

“Ini peringatan bagi kita semua terutama orang tua agar anak-anaknya tidak menjadi seperti itu,” kata dia.

Pihaknya akan segera mencari solusi untuk mengantisipasi peningkatan pasien anak-anak yang kecanduan game.

“Kita akan bicarakan dengan teman-teman di Komisi V. Karena ini menjadi permasalahan urgent yang ada di tengah masyarakat,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung Ansyori mengakui pihaknya menerima 2-3 pasien anak – anak yang kecanduan game perharinya.

Hal ini merupakan salah satu efek pandemi covid-19 akibat dari belajar online atau daring.

“Jadi anak kebiasaan megang gadget, dan terbiasa main game. Akhirnya, bukannya belajar dia ketagihan main game,” kata dia.

Para orang tua, lanjutnya, mesti memahami efek-efek dari anak-anak yang sudah kecanduan game.

Misalnya, adanya ketergantungan dari anak-anak terhadap penggunaan gadget itu sendiri. Kedua, emosi tidak stabil. “Mereka bisa ngamuk dan nangis kalau disuruh untuk berhenti main gadget,” ucap dia.

Ketiga, para anak-anak ini menunjukan sikap ketidakpedulian mereka terhadap lingkungan. “Mereka ini disuruh mandi atau makan sama orang tuanya udah gak mau lagi. Karena asik bermain gadget,” ucap dia. (LW)