Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Dari Gunung Sugih, Ni Ketut Dewi Nadi Gaungkan Pancasila Lawan Ancaman Ideologi Digital

Lampung Tengah (LW): Gelombang penguatan ideologi kebangsaan terus digaungkan dari daerah. Anggota DPRD Provinsi Lampung, Ni Ketut Dewi Nadi, kembali turun langsung ke masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Seputih Jaya, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Sabtu (9/5).

Kegiatan yang dihadiri Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se- Kabupaten Lampung Tengah, tokoh masyarakat, dan pemuda itu menjadi ruang penguatan nilai kebangsaan di tengah derasnya arus digital dan semakin terbukanya pengaruh ideologi luar.

Dalam arahannya, Ni Ketut Dewi Nadi menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh hanya menjadi simbol formal yang dihafal saat upacara atau sekadar slogan tanpa makna. Menurutnya, Pancasila harus hadir nyata dalam sikap, perilaku, dan cara hidup masyarakat sehari-hari.

“Bangsa ini kuat karena punya fondasi bernama Pancasila. Kalau masyarakat mulai jauh dari nilai-nilai itu, maka bangsa ini bisa kehilangan arah. Karena itu Pancasila harus hidup dan dijaga bersama,” tegasnya.

Ia menilai tantangan kebangsaan saat ini jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya. Perkembangan teknologi informasi membuat berbagai paham dengan mudah masuk ke ruang kehidupan masyarakat, terutama generasi muda.

Karena itu, Ni Ketut Dewi Nadi mengajak masyarakat khususnya para pengurus FKUB Lampung Tengah untuk memperkuat persatuan, menjaga toleransi, dan tidak mudah terpecah oleh informasi provokatif yang beredar di media sosial.

Kegiatan IPWK tersebut juga menghadirkan Plt Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya desa menjadi benteng utama menjaga ideologi bangsa.

Menurutnya, perang ideologi di era digital kini berlangsung tanpa batas dan menyasar seluruh lapisan masyarakat melalui informasi yang tidak selalu benar.

“Sekarang ancaman bukan hanya terlihat secara fisik, tetapi masuk lewat informasi dan media sosial. Kalau masyarakat tidak cerdas menyaring informasi, maka sangat mudah terpengaruh paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan,” ujar Komang Koheri.

Ia menegaskan bahwa wawasan kebangsaan harus terus diperkuat hingga tingkat bawah agar masyarakat memiliki daya tahan ideologi yang kuat di tengah perubahan zaman.

Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa menjaga Pancasila bukan hanya tugas pemerintah atau pejabat negara, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Dari kampung hingga kota, semangat kebangsaan harus terus dirawat agar Indonesia tetap berdiri kokoh di tengah gempuran zaman digital. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *