
Bandarlampung (LW): Fraksi partai Demokrat DPRD Lampung menyarankan agar pemerintah provinsi tidak merubah Elephant Park menjadi masjid Agung Aburizal Bakrie.
“Fraksi Demokrat mendukung wacana pembangunan masjid itu. Tapi lebih baik dicarikan tempat lebih luas minimal satu hektar,” kata Ketua Fraksi Demokrat Lampung Hanifal, Senin (17/01).
Menurutnya, lahan kota baru menjadi tempat yang cocok untuk membangun masjid tersebut. Sebab, Hanifal berpendapat selain untuk menghindari kemacetan, juga bisa meningkatkan perekonomian serta menjadi icon warga di Bumi Ruwa Jurai.
“Saya mencontohkan di Sumatera Utara, di sana sudah ada Masjid Aburizal Bakrie. Tapi di sana bukan untuk masjid saja, tapi ada fasilitas lainnya,” kata dia.
“Kalau lahannya luas, bisa membuka usaha UMKM, dengan begitu bisa perekonomian bisa meningkat pesat,” kata dia.
“Karena Masjid ini bisa menjadi tujuan dari orang-orang untuk berkunjung ke Lampung. Kan dekat juga lokasi antara tol dan masjid itu. Nah kalau lahan di elephant park kan sempit dan bisa buat kemacetan baru,” tambah dia.
Menurutnya juga, Pemprov Lampung belum berkoordinasi dengan DPRD soal wacana pembangunan masjid agung Aburizal Bakrie dengan merubah Elephant park.
“Ini belum dibicarakan di tingkat DPRD. Kalau statusnya dihibahkan ke pihak ketiga dalam hal ini ARB, maka harus ada persetujuan DPRD,” kata Hanifal.
Hanifal berpendapat bahwa eksekutif akan berkoordinasi dengan DPRD Lampung untuk mengetahui status kepemilikan masjid tersebut.
“Pasti pihak sebelah akan duduk bareng dengan DPRD untuk membicarakan pembuatan nama dan status masjid ini apakah milik Pemda atau seperti apa nantinya,” ucap dia
“Apakah nanti masjid ini akan dibangun melalui APBD atau apa,” ujar dia. (LW)











