Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Diduga Manipulasi Solar Bersubsidi, Anggota DPRD Lampung Sidak SPBU Seputih Jaya

Lampung Tengah (LW): Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai NasDem, Miswan Rody, memergoki dugaan manipulasi distribusi BBM jenis solar bersubsidi di sebuah SPBU di Kelurahan Seputih Jaya, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah.

Ironisnya, di tengah papan pengumuman bertuliskan “solar kosong”, stok di tangki SPBU justru masih tersisa sekitar 6.000 liter.

Temuan itu bermula saat Miswan tengah mengantre untuk mengisi Pertamina Dex di SPBU tersebut. Ia melihat jelas pemberitahuan solar habis dan mendengar langsung petugas menolak pengisian solar untuk kendaraan colt diesel dengan alasan stok kosong.

Namun tak lama berselang, sebuah kendaraan tiba-tiba menyerobot antrean dan tetap dilayani mengisi solar. Sopir kendaraan itu mengaku sebagai anggota dewan.

“Saya dengar sendiri petugas bilang solar kosong. Tapi tidak lama kemudian ada mobil menyerobot antrean dan tetap dilayani. Katanya anggota dewan. Saya tanya, ternyata bukan anggota dewan,” jelas Miswan,  Sabtu (28/2).

Merasa janggal, Ketua Partai NasDem Lampung Tengah itu langsung melakukan klarifikasi kepada pihak SPBU. Hasil pengecekan menunjukkan stok solar masih tersedia hingga 6.000 liter.

“Kalau stok masih ada, jangan bilang kosong ke masyarakat. Sampaikan yang sebenarnya. Ini menyangkut hak rakyat kecil. Stok ada tapi masyarakat tidak dilayani, apapun alasannya, ini menyalahi,” ujarnya dengan nada kecewa.

Ia juga mengungkap adanya pengakuan dari pekerja di lokasi bahwa pengisian solar saat itu hanya diperbolehkan bagi pihak tertentu. Dugaan praktik manipulatif dan penyalahgunaan distribusi solar bersubsidi pun mengemuka.

“Saya akan tindak lanjuti sampai tingkat provinsi. Ini tidak bisa dibiarkan. Solar subsidi itu untuk rakyat, bukan untuk dimainkan,” tandasnya.

Pihak SPBU Minta Maaf

Sementara itu, Doni selaku petugas SPBU Seputih Jaya menyampaikan permohonan maaf atas pelayanan yang dinilai mengecewakan tersebut. Ia mengakui stok solar sebenarnya masih tersedia.

“Pak Miswan kecewa dengan pelayanan kami. Kami minta maaf, ini kelalaian kami,” ujarnya, dilansir dari Lampost.co.

Menurutnya, pemberitahuan “solar kosong” dipasang karena keterbatasan operator. Dari lima operator, satu orang sedang mengikuti pelatihan. Selain itu, pihak SPBU juga menunggu pengiriman BBM berikutnya.

“Stok masih ada, sekitar enam ton. Tiga ton kami sisakan untuk menjaga tangki agar mesin tidak rusak. Operator kurang satu karena training. Rencana awal mau jual jam 2 siang, kasihan operator karena kurang. Jadi kami off-kan sementara sambil menunggu minyak datang,” jelasnya.

Meski demikian, alasan tersebut dinilai tidak dapat membenarkan informasi yang tidak sesuai fakta di lapangan. Kasus ini pun berpotensi menjadi perhatian serius terkait transparansi dan tata kelola distribusi BBM bersubsidi di Lampung. (*/LW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *