Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Kartini Turun ke Ladang: PDIP Lamsel Gaspol Ketahanan Pangan dari Desa

Lampung Selatan (LW): Peringatan Hari Kartini di Lampung Selatan tak berhenti pada seremoni. Ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan, Lesty Putri Utami, memilih turun langsung menggerakkan aksi nyata, dengan memperkuat ketahanan pangan dari desa.

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Kertosari, Kecamatan Tanjung Sari (21/4) ini, melibatkan Kelompok Wanita Tani binaan DPC PDI Perjuangan. Gerakan ini merupakan tindak lanjut instruksi DPP PDI Perjuangan yang dijalankan serentak hingga ke tingkat desa.

“Hari Kartini harus diisi dengan gerakan nyata. Hari ini kita dorong penguatan ketahanan pangan dari desa, dari rumah tangga, dari perempuan-perempuan hebat di desa,” ujar Lesty, Senin (21/4).

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung ini menegaskan, langkah ini sejalan dengan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang menekankan pentingnya kedaulatan pangan berbasis kerakyatan. Menurutnya, kekuatan pangan nasional harus dimulai dari skala kecil yakni dari pekarangan rumah hingga lahan pertanian rakyat.

Dalam praktiknya, para perempuan desa didorong memanfaatkan lahan pekarangan untuk ditanami kebutuhan pangan harian. Selain memperkuat ketahanan keluarga, langkah ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi ibu-ibu rumah tangga.

“Ketahanan pangan tidak harus dimulai dari hal besar. Dari pekarangan rumah, dari tanaman sederhana, itu sudah jadi kekuatan. Yang penting konsisten dan gotong royong,” tegasnya.

Lesty juga menyoroti peran strategis Kelompok Wanita Tani sebagai motor penggerak. Selain produksi, kelompok ini juga menjadi ruang edukasi bagi perempuan desa agar lebih produktif dan mandiri.

“Ini bukan sekadar menanam. Ini tentang membangun kesadaran, mengedukasi, dan menciptakan kegiatan yang bermanfaat bagi ibu-ibu desa,” katanya.

Gerakan ini, lanjutnya, menjadi simbol bahwa semangat Kartini hari ini adalah tentang aksi dan kontribusi. Perempuan tidak hanya bicara kesetaraan, tetapi hadir langsung sebagai solusi di tengah tantangan ekonomi dan pangan.

“Walau sederhana, ini langkah nyata. Kalau dilakukan bersama, ini akan jadi gerakan besar untuk ketahanan pangan yang berdaya dan menyejahterakan,” pungkasnya. (LW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *