Bandarlampung (LW): Pernyataan Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung, Febrizal Levi Sukmana, memicu polemik serius setelah diduga mengandung unsur ancaman terhadap jurnalis.
Hal itu terungkap dalam percakapan via telepon dengan awak media pada Selasa (28/4), yang awalnya membahas ketidaknyamanan Levi saat menghadiri sebuah forum. Ia mengeluhkan posisi wartawan yang disebut menghalangi pandangannya.
“Gua itu duduk di situ, gua ini kan tamu. Tapi kan dihalangi pandangan, di depan kan wartawan semua. Gua mau lihat itu,” ujar Levi dalam percakapan via telepon tersebut, Selasa (28/4) malam.
Levi mengaku kesulitan mengikuti jalannya acara, termasuk melihat timer yang digunakan untuk mengatur durasi pembicara.
“Pembicara itu Bunda Eva, Roy, itu kan mau lihat timer. Tapi nggak kelihatan karena dihalangi,” kilahnya.
Namun, penjelasan tersebut berkembang menjadi pernyataan yang dinilai jauh melampaui konteks awal. Dalam percakapan yang sama, Levi menyebut nama seorang jurnalis, Wildan Hanafi, dengan nada tinggi dan disertai ungkapan yang diduga mengandung ancaman.
“Bukan Wildan saja. Tapi kampang Wildan itu… gua gebuk bener Wildan, gua suruh cari Wildan, wartawan mana dia hah?,” ucapnya.
Ia bahkan mengaku akan mengerahkan orang untuk mencari jurnalis tersebut.
“Gua cari, nanti gua suruh Septa, gua gerakin orang-orang gua… malam ini gua cari dia, biar dia tahu,” lanjutnya.
Pernyataan itu menimbulkan kekhawatiran di kalangan jurnalis, terutama terkait keamanan dalam menjalankan tugas peliputan. Sejumlah wartawan menilai ucapan tersebut sebagai bentuk intimidasi yang tidak sejalan dengan prinsip kebebasan pers.
Meski demikian, Levi membantah telah mengusir wartawan secara langsung dari lokasi acara.
“Yang ngusir juga bukan gua. Gua duduk di situ aja. Tapi pandangan gua tertutup,” katanya.
Namun bantahan tersebut tidak meredam polemik. Levi kembali mengeluarkan pernyataan yang dinilai bernada tekanan.
“Suruh minta maaf sama gua, suruh buat klarifikasi. Kalau enggak, awas dia,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi lanjutan dari pihak Levi terkait maksud pernyataan tersebut, termasuk dugaan ancaman yang disampaikan. (*)











