Lampung Selatan (LW): Kepedulian terhadap anak-anak penyandang disabilitas kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di Provinsi Lampung. Sebanyak 175 kursi roda disalurkan kepada anak-anak penyandang cerebral palsy dalam kegiatan kemanusiaan yang berlangsung di Sekretariat PKDL (Persatuan Komunitas Disabilitas Lampung) Kota Baru, Jumat (8/5).
Program sosial tersebut melibatkan Tim LKKS (Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial), PKDL Provinsi Lampung, serta Dinas Sosial Provinsi Lampung. Kegiatan itu turut dihadiri langsung Ketua Umum LKKS dan PKDL Provinsi Lampung, dr. Jihan Nurlela, M.M., yang menyampaikan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak serta kebutuhan anak-anak penyandang disabilitas di Lampung.
Bantuan kursi roda tersebut berasal dari Global Village Foundation Bali, lembaga sosial yang selama ini aktif mendukung kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus di berbagai daerah di Indonesia. Penyaluran dilakukan secara bertahap pada 3 hingga 10 Mei 2026 dengan sasaran anak-anak penyandang cerebral palsy di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.
Kegiatan ini bukan sekadar penyerahan alat bantu, melainkan bentuk nyata kepedulian sosial terhadap anak-anak yang membutuhkan dukungan mobilitas agar dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. Banyak keluarga penerima bantuan mengaku terbantu karena selama ini keterbatasan ekonomi menjadi kendala utama untuk mendapatkan kursi roda yang layak.
dr. Jihan Nurlela menegaskan, perhatian terhadap penyandang disabilitas harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, anak-anak penyandang cerebral palsy memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan menjalani kehidupan dengan nyaman.
“Bantuan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi anak-anak dan keluarga mereka. Kita ingin memastikan mereka mendapatkan perhatian dan kesempatan yang sama dalam kehidupan sosial,” ujarnya.
Program tersebut juga mendapat dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Lampung, Fatikhatul Khoiriyah. Ia menilai kolaborasi antara lembaga sosial, komunitas disabilitas, dan pemerintah menjadi langkah penting dalam memperkuat pelayanan sosial di Lampung.
Ke depan, anak-anak penyandang disabilitas cerebral palsy dapat memiliki akses mobilitas yang lebih baik, meningkatkan rasa percaya diri, serta lebih mudah berinteraksi di lingkungan sosial maupun pendidikan. (*)











