Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

2 Pabrik Bioetanol Masuk Lampung, Petani Singkong Bersiap Panen Cuan

Bandarlampung (LW): Rencana pembangunan dua pabrik bioetanol di Lampung mendapat dukungan penuh dari DPRD Provinsi Lampung. Investasi tersebut dinilai menjadi peluang besar untuk memperkuat hilirisasi komoditas unggulan daerah sekaligus mendongkrak harga dan kesejahteraan petani singkong di Bumi Ruwa Jurai.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung Fraksi Gerindra, Mikdar Ilyas, menyambut positif rencana pembangunan dua pabrik bioetanol di Lampung yang menjadi bagian dari program hilirisasi nasional yang didorong Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Mikdar, Lampung memiliki posisi strategis dalam pengembangan industri bioetanol karena merupakan sentra produksi singkong terbesar di Indonesia. Dengan kontribusi sekitar 70 persen terhadap produksi nasional, Lampung dinilai sangat layak menjadi lokasi investasi industri pengolahan berbasis singkong.

Ia menjelaskan, kehadiran dua pabrik bioetanol akan memperkuat rantai hilirisasi sekaligus meningkatkan kebutuhan bahan baku dari petani. Kondisi tersebut diyakini akan menciptakan persaingan sehat antarindustri dalam menyerap hasil panen, sehingga harga singkong di tingkat petani berpotensi meningkat.

“Kalau pabrik bertambah, kebutuhan singkong juga naik. Dampaknya tentu harga lebih kompetitif dan petani mendapatkan keuntungan yang lebih baik,” ujarnya, Selasa (9/6).

Saat ini Lampung telah memiliki payung hukum melalui Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur yang menetapkan harga minimal singkong sebesar Rp1.350 per kilogram untuk usia panen delapan bulan. Dengan bertambahnya industri pengolahan menjadi bioetanol, nilai tambah komoditas singkong diperkirakan akan semakin besar.

Mikdar menambahkan, bioetanol tidak hanya berbahan baku singkong, tetapi juga dapat diproduksi dari tebu dan jagung. Ketiga komoditas tersebut merupakan hasil pertanian unggulan yang banyak dikembangkan di Lampung.

Terkait rencana pembangunan pabrik di Kabupaten Pesawaran dan Lampung Selatan, Mikdar menegaskan DPRD mendukung lokasi yang ditetapkan pemerintah. Namun, ia berharap salah satu pabrik dapat dibangun lebih dekat dengan sentra produksi singkong seperti Lampung Tengah, Lampung Utara, atau Tulang Bawang.

Menurutnya, lokasi industri yang berdekatan dengan kawasan produksi akan menekan biaya distribusi bahan baku, meningkatkan efisiensi industri, serta memberikan keuntungan lebih besar bagi petani.

Ia pun memastikan siap mengawal realisasi investasi dua pabrik bioetanol tersebut. “Program ini bakal jadi momentum kebangkitan ekonomi pertanian Lampung dan membuka peluang peningkatan pendapatan bagi ribuan petani singkong di daerah itu,” pungkasnya. (LW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *