Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

DPRD Dorong Bandara Raden Intan II Jadi Etalase Wisata Lampung

Bandarlampung (LW): Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Fauzi Heri, meminta pemerintah pusat mengevaluasi harga tiket pesawat menuju Lampung yang dinilai masih terlalu mahal. Menurutnya, tingginya harga tiket menjadi salah satu penyebab minimnya jumlah penumpang dan belum optimalnya aktivitas penerbangan di Bandara Raden Intan II.

Fauzi Heri mengatakan, saat ini frekuensi penerbangan di Bandara Raden Intan II hanya berkisar 9 hingga 13 trip per hari. Kondisi tersebut jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu ketika bandara dipadati penumpang.

“Hari ini jumlah penerbangan hanya sekitar 9 sampai 13 trip per hari. Penumpang yang datang juga masih sedikit. Salah satu penyebab utamanya adalah harga tiket pesawat yang masih mahal,” ujarnya, Senin (13/7).

Ia mengingatkan, Bandara Raden Intan II pernah menjadi salah satu bandara yang sangat ramai ketika harga tiket pesawat masih berada di kisaran Rp250 ribu hingga Rp300 ribu. Kini, harga tiket yang mencapai Rp700 ribu bahkan lebih dinilai membuat masyarakat berpikir ulang untuk bepergian menggunakan transportasi udara.

Karena itu, Fauzi mendesak pemerintah pusat melakukan evaluasi terhadap kebijakan harga tiket penerbangan ke Lampung. Selain itu, ia juga meminta pemerintah daerah terus memperjuangkan penambahan frekuensi penerbangan serta membuka rute-rute baru.

“Bandara Raden Intan II sudah berstatus sebagai bandara internasional. Karena itu, sudah saatnya penerbangan internasional kembali dibuka agar konektivitas Lampung dengan berbagai daerah dan negara semakin luas,” katanya.

Menurut Fauzi, penguatan akses transportasi udara sangat penting untuk mendukung sektor pariwisata yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data kunjungan wisata tahun 2025, Provinsi Lampung berhasil mencatat 24,7 juta wisatawan atau melampaui target 20 juta kunjungan. Perputaran ekonomi yang dihasilkan mencapai Rp53,11 triliun, dengan rata-rata belanja wisatawan sebesar Rp2,15 juta per orang.

Melihat besarnya potensi tersebut, Fauzi menilai Bandara Raden Intan II harus mampu menjadi wajah sekaligus etalase Provinsi Lampung.

Ia mengusulkan agar area bandara dilengkapi ruang promosi bagi pelaku UMKM, sentra kuliner khas Lampung, pertunjukan budaya, hingga media informasi digital seperti videotron dan pamflet yang menampilkan berbagai destinasi wisata unggulan.

“Bandara harus menjadi pintu pertama yang memperkenalkan potensi Lampung kepada setiap wisatawan yang datang. Dengan begitu, kunjungan wisata dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. (LW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *