Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Rayakan Kemerdekaan, Puluhan Wartawan IJP Lampung Pecah dalam Tawa

SEHARI-HARI mereka berburu fakta, mengejar narasumber, berpacu dengan tenggat, bahkan tak jarang harus menembus panas dan hujan demi sebuah berita. Namun pada Jumat (21/8), para wartawan yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP) Lampung menanggalkan sejenak keseriusan itu.

Lapangan Green Sport Arena Lampung mendadak berubah menjadi arena tawa.

Sarung beterbangan, balon dikempit sambil berlari, botol minum berubah menjadi alat untuk menendang bola, sementara biskuit yang seharusnya mudah dimakan justru menjadi tantangan yang mengundang gelak tawa. Satu per satu wartawan menunjukkan sisi lain yang jarang terlihat di balik aktivitas jurnalistik mereka.

Dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, IJP Lampung menggelar beragam perlombaan yang tak hanya menguji kecepatan dan ketangkasan, tetapi juga kekompakan.

Lomba mengambil bola secara berkelompok menggunakan sarung, kompoi balon, menendang bola dengan botol minum, makan biskuit hingga estafet gelang karet menjadi pemantik suasana. Di tengah ambisi menjadi pemenang, aksi-aksi spontan para peserta justru menjadi tontonan paling menghibur.

Ada yang terlalu bersemangat hingga kehilangan keseimbangan. Ada pula yang sudah menyusun strategi, tetapi justru gagal di tengah jalan. Sorak-sorai, canda dan tawa pecah hampir di setiap sudut arena.

Keseruan semakin lengkap ketika para wartawan berjoget bersama mengikuti dentuman musik DJ. Sejenak, tak ada batas antara reporter, fotografer, redaktur maupun pengurus organisasi. Semua larut dalam satu suasana: merayakan kemerdekaan dengan cara sederhana, penuh tawa dan kebersamaan.

Salah seorang peserta, Sandika, mengaku kegiatan tersebut menjadi pelepas penat di tengah rutinitas insan pers yang nyaris setiap hari bergelut dengan deadline dan dinamika lapangan.

“Seru dan lucu. Biasanya kami serius mengejar berita, hari ini bisa santai dan tertawa bersama teman-teman. Yang penting kompak,” ujar Sandika.

Bagi para jurnalis, kebersamaan seperti ini memiliki arti tersendiri. Profesi yang setiap hari menuntut kecepatan, ketelitian dan fokus itu terkadang membuat ruang untuk sekadar berkumpul menjadi semakin terbatas. Karena itu, momentum HUT Kemerdekaan RI dimanfaatkan IJP Lampung untuk mempertemukan seluruh anggota dalam suasana yang jauh lebih santai.

Ketua IJP Lampung, Abung Mamasa, mengatakan perlombaan tersebut bukan semata-mata tentang siapa yang paling cepat atau paling tangkas. Lebih dari itu, kegiatan menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi dan solidaritas di antara insan pers.

“Menang atau kalah bukan yang utama. Yang terpenting adalah kita bisa berkumpul, bersilaturahmi dan merayakan kemerdekaan dengan penuh sukacita,” kata Abung.

Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya beragam hadiah yang disiapkan bagi para peserta. Mulai dari kulkas, kipas angin, setrika hingga kompor gas, menjadi bonus dari keseruan perlombaan yang berlangsung sejak awal hingga akhir acara.

Abung menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi serta memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan meriah.

Dukungan datang dari BPBD Lampung, Diskominfo Provinsi Lampung, HK Aston, Dinas KPTPH, Biro Ekonomi Setprov Lampung, Disdikbud Lampung, UPTD Wilayah VI BMBK Lampung, UPTD Wilayah IV BMBK Lampung, Disparekraf Provinsi Lampung, Baznas Lampung, Bulog Kanwil Lampung, Bawaslu Provinsi Lampung, Inspektorat Kota Bandar Lampung, Dispora Provinsi Lampung, Dinas PKPCK Provinsi Lampung, Biro Hukum Setprov Lampung, Dinas Sosial Provinsi Lampung, Dinas PMDT Lampung, Bawaslu Bandar Lampung, Sekretariat DPRD Provinsi Lampung, BPKAD Lampung, Anggota DPRD Provinsi Lampung Budiman AS, Anggota DPRD Provinsi Lampung Andika Wibawa, Pelindo, Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Dewi Mayang Sari Djausal, Hotel Azana, Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Dishub Kota Metro, Disperindag Lampung, Dinas Peternakan Provinsi Lampung, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung serta Inspektorat Provinsi Lampung.

Menurut Abung, dukungan tersebut menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan bisa tumbuh melalui kegiatan sederhana yang mempertemukan banyak pihak dalam suasana penuh kegembiraan.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini. Kebersamaan seperti inilah yang ingin terus kita jaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, di tengah tugas pers yang memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal pembangunan dan menyajikan informasi kepada masyarakat, solidaritas antarwartawan menjadi modal penting yang harus terus dirawat.

“Pers memiliki peran besar dalam menyampaikan informasi dan mengawal pembangunan. Karena itu, kekompakan dan solidaritas antarwartawan juga harus terus dijaga,” katanya.

Di Green Sport Arena Lampung, Jumat itu, kemerdekaan tidak hanya diperingati melalui upacara atau kata-kata. Kemerdekaan hadir dalam tawa yang lepas, sorak yang riuh dan kebersamaan puluhan wartawan yang menyatukan.

Di balik sarung, balon, biskuit dan gelang karet, ada satu pesan sederhana yang terasa kuat, bahwa wartawan juga manusia yang membutuhkan ruang untuk tertawa, beristirahat sejenak dari kerasnya ritme pekerjaan, lalu kembali ke lapangan dengan semangat yang lebih segar.

Dan ketika lomba usai, pemenang telah menerima hadiah serta musik mulai mereda, yang tersisa bukan sekadar catatan siapa yang menang dan siapa yang kalah.

Yang tertinggal adalah cerita.

Cerita tentang para pemburu berita yang sehari-hari mengejar peristiwa, tetapi pada perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia kali ini, justru menjadi bagian dari peristiwa yang paling mereka nikmati sendiri: pesta tawa, persaudaraan dan kebersamaan.

Merdeka!

(Rio)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *