Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Reses yang Sebenarnya

Pesisir Barat (LW): Aspirasi masyarakat biasanya datang dalam bentuk keluhan tentang jalan, pendidikan, pertanian, atau kebutuhan pembangunan lainnya. Namun, di tengah agenda reses di Pekon Sumber Agung, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat, Imelda, S.H. menerima panggilan yang berbeda.

Sebuah kabar darurat.

Salah satu rumah warga terbakar.

Informasi itu datang melalui sambungan telepon yang diterima Peratin Sumber Agung. Suasana reses yang semula dipenuhi dialog antara wakil rakyat dan masyarakat seketika berubah. Tanpa menunggu agenda selesai, Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu langsung mengambil keputusan.

Reses sejenak ditinggalkan. Imelda bersama Peratin dan rombongan bergerak menuju lokasi kebakaran.

Di sana, sisa-sisa musibah masih menyisakan kepiluan. Rumah yang menjadi tempat bernaung sebuah keluarga telah terdampak kobaran api. Harta benda boleh saja mengalami kerusakan dan kerugian material, tetapi di tengah kesedihan itu masih ada kabar yang patut disyukuri.

Tidak ada korban jiwa.

Seluruh anggota keluarga berhasil selamat dan berada dalam kondisi sehat.

Imelda kemudian memastikan langsung kondisi keluarga yang tertimpa musibah. Di hadapan mereka, kepedulian tidak berhenti pada kata-kata. Ia menyerahkan santunan awal untuk membantu kebutuhan mendesak keluarga di masa-masa pertama setelah bencana.

“Musibah ini tentu tidak kita inginkan. Yang terpenting, alhamdulillah seluruh anggota keluarga selamat dan sehat. Bantuan yang kami berikan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga yang tertimpa musibah, terutama dalam masa darurat seperti sekarang,” ujar Imelda di lokasi kejadian, Kamis (27/8).

Bagi Imelda, kehadiran seorang wakil rakyat di tengah masyarakat tidak semata-mata diukur dari seberapa banyak aspirasi yang dicatat dalam sebuah pertemuan. Ada saat ketika keadaan menuntut tindakan lebih cepat daripada pidato, dan kepedulian harus hadir sebelum sebuah persoalan sempat dituliskan dalam daftar usulan.

Tak berhenti pada penyerahan bantuan awal, Imelda juga langsung berkoordinasi dengan pihak Pekon Sumber Agung serta instansi terkait di tingkat Provinsi Lampung. Langkah itu dilakukan untuk mengawal kemungkinan bantuan lanjutan bagi keluarga korban, terutama dalam proses pemulihan pascakebakaran.

Sebab, setelah api padam, persoalan sesungguhnya justru dimulai.

Bagaimana keluarga itu kembali memiliki tempat tinggal. Bagaimana kehidupan mereka kembali berjalan. Dan bagaimana musibah yang datang tanpa peringatan itu tidak dibiarkan menjadi beban yang harus mereka hadapi sendirian.

Di tengah agenda reses yang seharusnya berakhir dengan catatan aspirasi, Ketua PUAN Lampung ini memilih lebih dulu menjawab sebuah panggilan kemanusiaan.

Hari itu, di Pekon Sumber Agung, reses bukan hanya tentang mendengar suara rakyat.

Tetapi juga tentang bergegas ketika rakyat membutuhkan pertolongan. (Rio)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *