Bandarlampung (LW): Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang menembus lebih dari 81 persen dinilai bukan sesuatu yang mengejutkan.
Anggota Komisi II DPRD Lampung, Mikdar Ilyas, menyebut tingginya angka tersebut sejalan dengan berbagai kebijakan dan kinerja pemerintahan yang menurutnya dirasakan langsung masyarakat.
“Kalau tingkat kepuasan masyarakat terhadap Pak Mirza di atas 81 persen, saya pribadi tidak kaget. Karena memang beliau betul-betul berbuat untuk masyarakat Lampung dan berbagai kinerja terukur sudah dicapai,” kata Mikdar, Jumat (18/9).
Menurutnya, salah satu indikator yang dapat dilihat adalah kondisi jalan provinsi. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang terjadi di berbagai daerah, tingkat kemantapan jalan provinsi Lampung justru disebut meningkat hingga 85 persen.
“Ini prestasi luar biasa. Ketika anggaran terbatas, biasanya pembangunan dan kondisi jalan mantap menurun. Di Lampung justru meningkat. Artinya, beliau piawai menggunakan anggaran yang terbatas,” ujarnya.
Mikdar juga menyoroti perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian dan kelompok masyarakat produktif, mulai dari petani, nelayan hingga peternak.
Ia mencontohkan program pupuk cair yang diberikan kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan). Berdasarkan hasil yang disampaikan kepada pihaknya, penggunaan pupuk tersebut disebut mampu meningkatkan produksi sekitar 20 hingga 30 persen dengan tanpa biaya.
“Bagaimana masyarakat tidak memberikan penilaian positif kalau pupuk cair gratis, sementara hasil produksi meningkat?” katanya.
Selain pupuk, pemerintah provinsi juga dinilai memberi perhatian pada penguatan pascapanen melalui bantuan dryer atau alat pengering. Menurut Mikdar, fasilitas tersebut penting untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual hasil pertanian sekaligus memungkinkan petani menyimpan hasil panen sembari menunggu harga yang lebih baik.
Perhatian terhadap komoditas singkong juga menjadi sorotan. Mikdar menilai keberadaan regulasi tata niaga singkong melalui Peraturan Gubernur Lampung memberikan kepastian bagi petani.
Ia menyebut sekitar 500 ribu hektare lahan dan sekitar dua juta masyarakat di tujuh kabupaten penghasil singkong menggantungkan kehidupan pada komoditas tersebut.
“Sekarang petani singkong lebih nyaman karena ada kepastian harga. Dalam pergub ditetapkan Rp1.350 per kilogram dengan rafaksi maksimal 15 persen,” ujarnya.
Mikdar membandingkan kondisi tersebut dengan situasi sebelumnya ketika harga pembelian disebut kerap berada pada kisaran Rp600-Rp800 per kilogram dengan potongan yang menurutnya dapat mencapai 30 hingga 40 persen.
“Ini bentuk keberanian sekaligus perhatian terhadap petani singkong Lampung,” katanya.
Tak hanya sektor pertanian, Mikdar juga menilai perhatian pemerintah terhadap kesehatan dan penanganan bencana turut memengaruhi persepsi masyarakat.
Ia menyebut Gubernur Mirza kerap turun langsung ketika masyarakat menghadapi bencana dan berbagai persoalan di lapangan.
“Beliau turun membantu masyarakat tanpa melihat waktu. Konsentrasinya penuh untuk masyarakat,” ujarnya.
Mikdar juga mengapresiasi sinergi antara Mirza dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela. Menurutnya, tingginya tingkat kepuasan terhadap keduanya menunjukkan kerja sama dalam menjalankan pemerintahan turut mendapat perhatian publik.
Meski demikian, Mikdar berharap hasil survei tersebut tidak membuat kepala daerah berpuas diri.
“Kita berharap gubernur dan wakil gubernur tidak berpuas diri dengan hasil penilaian ini. Kalau bisa, tingkat kepuasan masyarakat semakin tinggi,” katanya.
Ia berharap kinerja pemerintahan ke depan semakin terasa melalui pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pelayanan kesehatan hingga pendidikan.
“Semoga Lampung ke depan semakin maju dan mampu bersaing dengan provinsi-provinsi maju lainnya, tidak hanya di Sumatera tetapi juga dengan daerah-daerah maju di Pulau Jawa,” ujarnya.
Di luar aspek kebijakan, Mikdar turut menyoroti gaya kepemimpinan Mirza yang menurut penilaiannya dekat dengan masyarakat.
“Beliau secara pribadi sangat baik dan tidak menjaga jarak dengan siapa pun. Beliau mau mendengarkan keluhan masyarakat. Itu salah satu hal yang membuat kami kagum,” pungkasnya. (LW)











