PUBLIK mengenalnya sebagai sosok politikus yang bersahabat namun tegas. Setiap hari, Edy Irawan Arief disibukkan dengan agenda sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Lampung, menghadiri rapat, menyusun strategi, hingga bertemu masyarakat.
Namun, di balik aktivitas politik yang padat, ada kegelisahan yang tak banyak diketahui orang. Edy kini tengah menjalani peran yang jauh lebih personal yakni menjadi seorang kakek yang setiap hari memanjatkan doa untuk keselamatan cucu tercintanya.
Namanya Qanaya. Bocah perempuan yang merupakan putri bungsu Wakil Wali Kota Metro, Muhammad Rafieq Adi Pradana, sekaligus cucu Edy Irawan Arief. Di usia yang seharusnya dipenuhi tawa, permainan, dan keceriaan masa kanak-kanak, Qanaya justru harus menghadapi ujian besar. Ia didiagnosis menderita kelainan jantung bocor dan akan menjalani operasi bedah jantung.
Operasi dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026, di Rumah Sakit Brawijaya Tebet, Jakarta Selatan. Menjelang hari yang menentukan itu, Edy tak meminta apa pun selain doa.
Dengan kerendahan hati, ia mengajak masyarakat Lampung untuk ikut mengetuk pintu langit demi kesembuhan sang cucu.
“Mohon izin dan doanya, Qanaya, anak bungsu Rafieq, akan menjalani operasi bedah jantung pada Sabtu, 18 Juli 2026, di Rumah Sakit Brawijaya Tebet, Jakarta Selatan,” ujar Edy, Jumat (17/7) pagi.
Bagi keluarga besar, operasi ini bukan sekadar tindakan medis. Ini adalah ikhtiar yang dibalut harapan. Harapan agar jantung kecil itu kembali berdetak sempurna, agar Qanaya bisa tumbuh sehat, berlari mengejar mimpinya, bermain tanpa rasa sakit, dan menikmati masa kecil sebagaimana anak-anak seusianya.
Di tengah berbagai dinamika politik yang setiap hari menyita perhatian, Edy mengaku saat ini pikirannya hanya tertuju pada satu hal, kesembuhan cucunya. Jabatan, kesibukan, dan aktivitas organisasi seakan menjadi nomor dua ketika keluarga sedang menghadapi ujian.
Doa-doa pun terus dipanjatkan. Tak hanya untuk kelancaran operasi, tetapi juga agar tangan-tangan para dokter diberi ketelitian, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas mulia mereka.
“Kami berharap Qanaya diberikan kelancaran dalam menjalani operasi, diangkat penyakitnya, serta kembali sehat dan bisa beraktivitas seperti anak-anak lainnya. Mohon doa dari seluruh masyarakat Lampung,” tuturnya.
Di balik setiap tokoh publik, selalu ada sisi kemanusiaan yang jarang terlihat. Dan hari ini, Edy Irawan Arief hadir bukan sebagai seorang ketua partai, melainkan sebagai seorang kakek yang sedang menggantungkan harapan pada doa-doa banyak orang.
Semoga operasi berjalan lancar. Semoga jantung kecil Qanaya kembali berdetak kuat. Dan semoga senyum cerianya segera menghiasi hari-hari keluarga, menjadi jawaban atas setiap doa yang dipanjatkan. (LW)











