Inflasi Terendah se-Sumatera, Dewan Apresiasi Kinerja Gubernur Lampung

Bandarlampung (LW): Capaian inflasi Provinsi Lampung sebesar 0,41 persen pada September 2026 mendapat apresiasi dari Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas.

Menurut Mikdar, capaian tersebut menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan inflasi terendah di Sumatera. Ia menilai angka tersebut bukan lahir secara kebetulan, melainkan merupakan buah dari rangkaian kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

“Ini tentunya patut kita berikan penghargaan yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi Lampung, terutama kepada Gubernur. Capaian inflasi rendah ini bukan terjadi secara kebetulan, tetapi merupakan hasil dari berbagai kebijakan dan regulasi yang dijalankan,” kata Mikdar, Kamis (8/10).

Ia menyoroti kebijakan pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan, khususnya beras. Kebijakan larangan membawa gabah keluar daerah, menurut dia, menjadi salah satu faktor yang ikut menjaga pasokan beras tetap tersedia di Lampung sekaligus membantu mengendalikan harga.

“Dengan ketersediaan pangan, terutama beras, yang tetap terjaga, daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok juga dapat dipertahankan,” ujarnya.

Mikdar menilai pengendalian inflasi idealnya tidak hanya berbicara mengenai harga barang, tetapi juga bagaimana pemerintah menekan biaya produksi dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, perbaikan infrastruktur jalan provinsi menjadi bagian penting. Jalan yang semakin baik akan memperlancar distribusi hasil pertanian sekaligus menekan biaya angkutan yang selama ini menjadi salah satu beban petani.

“Kalau jalan rusak, otomatis ongkos keluar-masuk barang menjadi lebih tinggi dan distribusi terhambat. Ketika jalan baik, distribusi hasil pertanian lebih lancar dan biaya angkut bisa ditekan,” jelasnya.

Selain infrastruktur, Mikdar mengapresiasi sejumlah program yang menyasar langsung sektor pertanian, seperti bantuan pupuk cair gratis, bibit jagung hingga alat pertanian.

Kebijakan tersebut dinilai mampu menekan biaya produksi sekaligus mendorong peningkatan produktivitas petani, baik dari sisi kuantitas, bobot maupun nilai jual hasil pertanian.

“Kalau biaya produksi bisa ditekan dan hasil produksi meningkat, maka pendapatan petani juga akan meningkat. Ini yang harus terus kita dorong,” tegasnya.

Mikdar mengatakan, capaian inflasi September menjadi sinyal positif di tengah upaya pemerintah memperbaiki kondisi ekonomi Lampung. Terlebih, selama ini Lampung kerap dikenal sebagai daerah dengan tingkat inflasi yang relatif tinggi.

Karena itu, ia berharap capaian tersebut tidak berhenti sebagai statistik bulanan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kebijakan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Harapan kita tentu bukan hanya inflasinya rendah, tetapi pendapatan masyarakat juga meningkat. Terutama petani. Ketika biaya hidup stabil dan pendapatan meningkat, setelah kebutuhan sehari-hari, pendidikan dan kesehatan terpenuhi, masyarakat masih memiliki sisa untuk ditabung,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan indikator keberhasilan pembangunan yang lebih nyata karena masyarakat tidak sekadar mampu bertahan memenuhi kebutuhan, tetapi juga mulai memiliki ruang untuk mempersiapkan masa depan.

Mikdar juga mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar tidak cepat berpuas diri. Setiap kebijakan yang telah berjalan harus terus dievaluasi untuk memastikan program benar-benar efektif ketika diterapkan di lapangan.

“OPD terkait harus terus bekerja, mengevaluasi apa yang menjadi hambatan dan apa yang perlu diperbaiki. Jangan sampai regulasi bagus di atas kertas, tetapi penerapannya di lapangan tidak maksimal,” pungkasnya.

Ia menegaskan DPRD Provinsi Lampung akan terus mendukung kebijakan pemerintah daerah yang mampu menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini capaian yang patut kita syukuri dan dukung. Tetapi yang lebih penting, bagaimana keberhasilan ini bisa berkelanjutan dan semakin banyak kebijakan yang benar-benar meningkatkan pendapatan masyarakat Lampung,” tandasnya. (LW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *