Bandarlampung (LW): Kursi dewan bukan tempat mencari kekayaan. Pernyataan keras ini dilontarkan Anggota DPRD Provinsi Lampung, M. Syukron Muchtar, di hadapan mahasiswa dalam kegiatan “Sekolah Legislatif” di GSG UIN Raden Intan Lampung, Sabtu (18/4) pagi.
“Menjadi anggota dewan atau wakil rakyat adalah ruang pengabdian yang menuntut keberanian dan empati, bukan upaya menambah kekayaan,” tegasnya.
Di hadapan para peserta, Syukron mengingatkan bahwa setiap anak bangsa memiliki peluang yang sama untuk meraih posisi strategis di negeri ini. Namun, ia menekankan bahwa semangat menjadi kunci utama.
“Siapapun di antara kita punya hak yang sama. Tapi identitas anak muda itu semangat. Tanpa itu, kalian tidak akan sampai ke tujuan,” ujarnya.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung ini juga menyoroti pentingnya kepekaan sosial bagi calon legislator. Menurutnya, wakil rakyat tidak boleh kehilangan rasa terhadap kondisi masyarakat yang diwakilinya.
“Kalau ingin jadi anggota dewan, harus mampu merasakan apa yang dirasakan masyarakat dan berani memperjuangkan hak-hak mereka,” katanya.
Tak hanya menyampaikan motivasi, Syukron turut membedah struktur DPRD Provinsi Lampung, mulai dari Alat Kelengkapan Dewan (AKD) hingga peran masing-masing komisi dalam fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Suasana semakin hidup saat sesi tanya jawab dikemas dalam bentuk kuis berhadiah pulsa. Para peserta tampak antusias, bahkan berebut menjawab setiap pertanyaan yang diberikan.

Kegiatan ditutup dengan momen hangat saat peserta berfoto bersama dengan seluruh narasumber. Antusiasme itu menjadi penegas bahwa “Sekolah Legislatif” tak hanya memberi wawasan, tetapi juga membakar semangat generasi muda untuk terlibat dalam dunia politik yang bersih dan berpihak pada rakyat.
Selain Syukron, tampak hadir dalam kegiatan tersebut Senator DPD RI asal Lampung Ahmad Bastian dan Anggota DPR RI Mukhlis Basri yang juga menyampaikan materi masing-masing kepada para peserta. (LW)











