Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Kala Gotong Royong Menjadi Penopang Akses Waykubu

TAK ADA alat berat. Tak ada proyek bernilai miliaran rupiah. Yang ada hanya tekad, tenaga, dan semangat kebersamaan. Itulah yang menghidupkan kembali Jembatan Waykubu, penghubung penting di Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat.

Untuk kedua kalinya, warga membangun jembatan itu dengan kemampuan sendiri. Tahun lalu, jembatan yang mereka dirikan sempat rusak diterjang kondisi alam. Kini, tanpa menunggu bantuan datang, masyarakat kembali bergotong royong agar akses yang menjadi urat nadi kehidupan mereka tidak terputus.

Jembatan Waykubu bukan sekadar lintasan. Di atasnya, roda perekonomian bergerak, anak-anak berangkat ke sekolah, petani mengangkut hasil kebun, hingga warga memperoleh akses menuju layanan kesehatan.

Jembatan ini menghubungkan Dusun Talang Jaya, Desa Bandar Pugung, dengan sejumlah pedukuhan di Desa Penengahan, yakni Rindu Alam, Bumi Harta, Bumi Rahayu, dan Sukajadi, Kecamatan Lemong. Tanpa jembatan tersebut, aktivitas ribuan warga menjadi jauh lebih sulit.

Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Daerah Pemilihan IV (Tanggamus, Pesisir Barat, dan Lampung Barat), Imelda SH, mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat. Namun di balik apresiasi itu, ia menilai ada pekerjaan rumah yang tidak boleh terus dibebankan kepada warga.

“Jembatan ini tahun lalu sudah dibangun, rusak lagi, lalu sekarang masyarakat membangun lagi secara swadaya. Alhamdulillah kondisinya sudah beres, tetapi ini tidak bisa terus seperti ini,” kata Imelda, Rabu (15/7).

Menurutnya, semangat gotong royong patut menjadi kebanggaan, tetapi pembangunan infrastruktur yang layak tetap menjadi tanggung jawab pemerintah. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dan Pemerintah Provinsi Lampung segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen.

Bagi Imelda, membangun jembatan permanen bukan hanya soal konstruksi, tetapi juga memberikan kepastian bagi masyarakat agar mereka tidak terus dihantui kekhawatiran setiap kali musim hujan datang.

Di tengah keterbatasan, menurut Anggota Komisi II DPRD Lampung ini, warga Waykubu telah menunjukkan bahwa kebersamaan mampu mengalahkan kesulitan. Namun gotong royong seharusnya menjadi pelengkap, bukan pengganti kehadiran negara.

Kini, harapan masyarakat tinggal satu: agar semangat yang telah mereka tunjukkan dibalas dengan jembatan permanen yang kokoh, sehingga perjuangan membangun akses yang sama tidak perlu terus terulang setiap tahun. (LW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *