Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Lampung Dibanjiri Wisatawan, DPRD: Perkuat Identitas Daerah

Bandarlampung (LW): Lonjakan kunjungan wisatawan ke Provinsi Lampung dinilai menjadi momentum besar untuk memperkuat sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah. Namun, peningkatan jumlah wisatawan itu tidak boleh hanya bergantung pada kemudahan akses jalan tol, melainkan harus dibarengi dengan penguatan identitas dan kualitas destinasi wisata.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, I Made Suarjaya, mengatakan jumlah wisatawan yang datang ke Lampung terus meningkat signifikan. Bahkan, target kunjungan wisatawan tahun ini mencapai sekitar 30 juta orang, dengan mayoritas merupakan wisatawan domestik.

Menurutnya, lonjakan tersebut merupakan dampak positif dari hadirnya infrastruktur jalan tol yang membuat akses menuju Lampung semakin mudah. Karena itu, pemerintah daerah harus mampu mengubah keuntungan tersebut menjadi pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan.

“Jangan hanya mengandalkan limpahan wisatawan karena akses tol. Tugas pemerintah sekarang adalah memastikan wisatawan merasa aman, nyaman, dan ingin kembali lagi ke Lampung,” ujarnya, Selasa (14/7).

Politisi Gerindra ini menilai pengembangan destinasi wisata harus dilakukan secara serius dengan menambah pilihan objek wisata, meningkatkan fasilitas, serta memperkuat karakter khas Lampung yang membedakannya dari daerah lain.

Ia menekankan identitas budaya harus menjadi daya tarik utama. Mulai dari rumah adat, ornamen budaya, hingga ikon-ikon daerah perlu ditampilkan sejak wisatawan tiba di Lampung.

“Kalau orang datang ke Yogyakarta atau Bali, mereka langsung merasakan karakter daerahnya. Lampung juga harus memiliki kesan yang sama, sehingga wisatawan merasa benar-benar datang ke daerah yang memiliki identitas kuat,” katanya.

Selain wisata alam seperti pantai, gunung, dan perbukitan, Made mendorong pemerintah memasukkan wisata budaya ke dalam paket perjalanan wisata. Dengan demikian, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga mengenal budaya dan tradisi Lampung.

Ia juga mengajak pemerintah menggencarkan berbagai agenda budaya dan kuliner untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan.

“Festival budaya, festival kuliner khas seperti nyeruit, atau berbagai event daerah tidak harus mahal. Libatkan pelaku usaha dan masyarakat agar dampak ekonominya dirasakan langsung,” ungkapnya.

Menurut Made, meningkatnya kunjungan wisata akan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah. Kehadiran wisatawan akan menggerakkan sektor kuliner, perhotelan, transportasi, hingga usaha mikro dan penjualan oleh-oleh.

Karena itu, ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat membangun kesadaran wisata di tengah masyarakat agar pariwisata benar-benar menjadi salah satu pilar peningkatan kesejahteraan masyarakat Lampung. (LW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *