Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

DLH Diminta Inovatif, Bukan Sekadar Angkut Sampah

Bandarlampung (LW): Sekretaris Komisi III DPRD Kota Bandarlampung dari Fraksi Gerindra, Aderly Imelia Sari, menanggapi serius keluhan warga yang disampaikan saat reses Anggota DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa beberapa waktu lalu, terkait persoalan klasik yang tak kunjung selesai: air limbah (lindi) dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung dan armada pengangkut sampah.

Menurut Aderly, pihaknya telah melakukan koordinasi langsung dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandarlampung sebagai instansi teknis terkait. Ia menilai, penanganan masalah lindi tak cukup hanya dengan pengelolaan konvensional. Diperlukan terobosan.

“Kami berharap DLH tidak hanya fokus pada pengangkutan sampah. Air lindi ini bisa diolah jadi sesuatu yang bermanfaat, misalnya pupuk. Harus ada inovasi nyata,” ujar Aderly, Rabu (30/7).

Ia juga mengungkapkan bahwa Komisi III DPRD beberapa waktu lalu telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke TPA Bakung. Hasilnya, mereka menemukan bahwa sistem pengelolaan limbah cair masih belum optimal, berpotensi mencemari lingkungan, dan merugikan masyarakat di sekitar.

“Kami akan terus kawal. DLH harus hadir dengan solusi, bukan janji,” tegasnya.

Masalah TPA Bakung selama ini menjadi sorotan karena selain mencemari lingkungan, juga mengganggu kenyamanan warga akibat bau menyengat dan buruknya manajemen sampah.

Diberitakan sebelumnya, Warga Sukamaju, Teluk Betung, menumpahkan kekesalan mereka atas berbagai persoalan yang belum terselesaikan, terutama soal lingkungan.

Pak Samin, salah satu tokoh warga, mengangkat isu krusial terkait Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung yang disebut mencemari lingkungan mereka.

“Air limbah dari TPA mengalir ke pemukiman kami, sungai tercemar, ikan mati. Normalisasi pun setengah hati—hanya di belakang rumah warga. Hulu dan hilir dibiarkan kotor,” keluhnya.

Ia mendesak agar pengolahan limbah bisa menghasilkan air yang steril dan meminta Andika untuk membawa persoalan ini ke Kementerian, mengingat Pemprov dan Pemkot dinilai tak memberi solusi.

Menanggapi hal itu, Andika Wibawa menyatakan siap menindaklanjuti. “Memang pengolahan limbah di TPA Bakung belum optimal. Kita akan bicarakan dengan Gubernur dan mendorong solusi soal lindi (air limbah sampah). Masalah ini bukan hanya teknis, tapi juga menyangkut martabat daerah,” tegasnya. (LW)