Inilah 8 Cara Mencegah Kanker Payudara Paling Efektif

Lampungway.com. Inilah 8 Cara Mencegah Kanker Payudara Paling Efektif. Kementerian Kesehatan menyebutkan tentang kanker payudara sebagai jenis kanker yang kasusnya terbanyak di Indonesia. 

[artikel number=5 tag=”kanker-payudara” ]

Angka kematian pada wanita yang diakibatkan kanker payudara juga tinggi, dengan rata-rata 17 kematian per 100.000 penduduk.

Itulah mengapa pemerintah sangat menekankan upaya deteksi dini untuk mencegah semakin maraknya kasus kanker payudara di Indonesia. Yuk cari tahu cara mencegah kanker payudara!

Cara mencegah kanker payudara

Mencegah kanker payudara tidak bisa instan hanya dengan satu cara saja loh guys. Ada berbagai upaya yang perlu Anda jalani agar terhindar dari penyakit mematikan satu ini, yaitu:

1. Banyak makan sayur, buah, dan biji-bijian

Pola makan yang sehat adalah salah satu kunci penting untuk mencegah kanker payudara. Banyak pakar kesehatan yakin ada beberapa makanan tertentu yang bisa meningkatkan risiko kanker payudara.

Untuk mengurangi atau menangkal risikonya, perbanyaklah makan sayur dan buah-buahan segar serta biji-bijian. Jenis makanan sehat ini mengandung zat gizi yang baik untuk tubuh. Buah dan sayuran, misalnya, kaya akan antioksidan yang bantu melawan radikal bebas penyebab kanker payudara. Lantas, apa yang terbaik?

Stroberi salah satunya. Buah beri seperti stroberi mengandung tinggi polifenol yang bersifat antikanker. Selain itu, stroberi juga kaya akan antioksidan seperti vitamin C.

Selain beri, polifenol dalam plum dan persik juga terbukti mampu mencegah sel kanker payudara terbentuk dan berkembang biak. Temuan ini dilaporkan dalam penelitian yang diterbitkan di Journal of Agricultural and Food Chemistry.

Tambahkanlah makan sayuran hijau berdaun gelap dan sayuran dari keluarga cruciferous (brokoli, kubis, lobak, kembang kol, selada air, dan taoge). Sayuran cruciferous kaya akan vitamin antioksidan seperti C,E, dan K, serta serat. Selain itu, sayuran ini juga mengandung glukosinolat yang bekerja melawan pertumbuhan sel kanker.

2. Menghindari minum alkohol

Semakin banyak dan sering Anda minum alkohol, semakin besar peluang Anda terkena kanker payudara. Dilansir dari Breastcancer.org, alkohol memicu kanker payudara dengan cara meningkatkan kadar estrogen dan menyebabkan kerusakan DNA dalam tubuh.

Risiko kanker payudara pada wanita yang minum 2-3 botol bir per hari meningkat sebesar 41 persen. Risiko ini akan naik per 10 persen jika Anda meminum lebih dari itu setiap harinya.

Maka, cara mencegah kanker payudara sejak dini adalah dengan tidak membiasakan mulai minum alkohol. Jika tidak bisa langsung setop, minumlah kurang dari satu gelas per hari dan terus kurangi hingga benar-benar berhenti.

3. Berolahraga Rutin 30 Menit Sehari

Olahraga bisa membantu menjaga berat tubuh tetap ideal. Pasalnya ketika Anda memiliki berat yang berlebih atau justru obesitas, risiko kanker payudara dapat meningkat tajam. Apalagi jika Anda mengalami kegemukan pascamenopause. Ini bisa meningkatkan risiko munculnya sel kanker di usia tua.

Oleh sebab itu, berolahraga rutin 30 menit setiap hari. Anda bisa melakukan olahraga apa pun yang Anda suka, dari jogging, senam aerobik, hingga berenang.

Apa pun olahraganya, pastikan telaten melakukannya. Jangan berolahraga hanya ketika Anda mau dan sempat saja. Ingat, mengumpulkan niat untuk berolahraga jauh lebih baik ketimbang harus mengumpulkan uang untuk mengobati kanker payudara.

4. Menyusui

Bagi wanita yang baru saja melahirkan, menyusui langsung dari payudara tidak hanya menguntungkan buat si jabang bayi.

Menyusui selama satu tahun atau lebih dapat melindungi ibu dari risiko kanker payudara. Peneliti menduga, ketika wanita tidak menyusui peradangan dan pembengkakan yang terjadi setelah kelahiran menyebabkan jaringan payudara berubah dan dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Maka itu, rutin memberikan ASI ekslusif selama 2 tahun bisa bisa menjadi cara mencegah kanker payudara yang patut dicoba para ibu baru. Semakin lama Anda menyusui, semakin besar efek perlindungan yang dapat dirasakan.

5. Membatasi dosis dan durasi terapi hormon

Meneruskan terapi hormon kombinasi selama lebih dari tiga tahun ternyata bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Oleh karenanya, terapi hormon pascamenopause tidak boleh dikonsumsi dalam jangka panjang. Durasi pemberian obat harus dibatasi sesingkat mungkin.

Jika Anda mengggunakan obat-obatan hormon untuk mengatasi gejala menopause, tanyakan ke dokter tentang alternatifnya. Pasalnya, manfaat terapi hormon setelah menopause sering kali lebih kecil dibandingkan risikonya.

6. Berhenti merokok

Tidak ada alasan valid untuk mempertahankan kebiasaan merokok. Merokok tak hanya meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan kanker paru.

Merokok juga bisa meningkatkan risiko wanita terkena kanker payudara. Risiko ini juga tetap muncul pada wanita “perokok pasif”, yang setiap hari menghirup asap rokok.

Kebiasaan ini tidak membawa manfaat apa pun bagi kesehatan. Cobalah untuk berhenti merokok pelan-pelan. Mulai dengan mengurangi jumlah batang rokok yang diisap setiap harinya.

Dengan niat dan tekad yang kuat untuk menjadi lebih sehat, Anda pasti bisa berhenti merokok.

7. Mengurangi gula, daging merah, dan lemak trans

Gula dan lemak jahat tidak langsung menyebabkan kanker payudara. Namun, makanan yang mengandung dua zat ini bisa meningkatkan risiko Anda jika dikonsumsi berlebihan. Lemak trans adalah jenis lemak jahat yang banyak ditemukan di gorengan, biskuit, kue kering, dan makanan kemasan.

Para peneliti di University of Texas MD Anderson Cancer Center menemukan tikus yang makan makanan kaya gula tampak memiliki tumor pada kelenjar susu mereka. Tumor itu juga cenderung terlihat menyebar atau bermetastasis. Kondisi ini mirip dengan kanker payudara pada manusia.

Tak hanya kedua makanan tersebut. Daging merah yang dikonsumsi berlebihan ternyata juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Penelitian yang diterbitkan di Contemporary Oncology menyebutkan bahwa daging merah yang dimasak matang berisiko menyebabkan kanker payudara.

Anda tak berarti sama sekali tak boleh makan makanan ini. Hanya saja, sebaiknya batasi konsumsinya dalam sehari. Jangan terlalu banyak agar tak menimbulkan masalah bagi kesehatan.

8. Melakukan deteksi dini

Deteksi dini adalah cara terbaik untuk mencegah kemunculan kanker payudara. Deteksi dini sangat penting terutama untuk Anda yang memiliki riwayat kanker payudara di keluarga.

Melakukan deteksi dini sebenarnya sangat mudah dan bisa dilakukan setiap hari tanpa perlu keluar biaya.Anda bisa memeriksa payudara sendiri di rumah dengan teknik SADARI. Caranya mudah, Anda hanya perlu meraba area payudara apakah terdapat benjolan atau tidak. Periksa juga apakah ada perubahan bentuk, ukuran, serta posisi kedua payudara simetris atau tidak.

Jika iya, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan payudara klinis (sadanis) di dokter. The American Cancer Society merekomendasikan wanita yang berusia 45-54 tahun untuk skrining mamografi setiap tahunnya. Sementara untuk mereka yang berusia 55 tahun ke atas bisa rutin mamografi setiap 1-2 tahun sekali.

Mamografi adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat apakah ada masalah pada payudara. Prosedur ini bisa membantu menyelamatkan nyawa dengan mendeteksi kanker pada payudara sedini mungkin bahkan ketika gejalanya belum muncul. Tanyakan lebih lanjut pada dokter kapan waktu yang tepat untuk Anda melakukan mamografi.

Semua cara mencegah kanker payudara di atas perlu konsisten Anda lakukan agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari ancaman penyakit. Demikianlah 8 Cara Mencegah Kanker Payudara Paling Efektif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *