Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Alzier: Bongkar ‘Maling’ Dana Hibah KONI


Bandarlampung (LW): Ketua Lembaga Pengawasan Pembangunan Provinsi Lampung (LPPL) M. Alzier Dianis Thabranie mendesak Kejati gerak cepat membongkar kasus dugaan penyelewengan dana hibah ke KONI Lampung senilai puluhan miliar rupiah. “Saya berharap Kajati kerja cepat dan tepat, membongkar siapa-siapa yang ‘maling’ duit hibah KONI Lampung,” kata Alzier (28/9).

Menurut Alzier, tak realistis jika melihat besaran anggaran KONI dengan kegiatan yang sudah dilakukan, seperti di bidang humas dan publikasi. “KONI menghabiskan duit hibah APBD Propinsi sampai Rp4,7M, padahal minim ekspose. Kan tidak masuk akal,” tegasnya.

Selain itu, kata dia, Anggaran pembinaan khusus (pembinaan atlet dan pelatih cabang olahraga pelatprov jangka panjang persiapan menghadapi kejuaraan single event/multi event nasional/PON XX dan internasional) terdiri dari transportasi/ uang saku, konsumsi, obat-obatan, training center sebesar Rp11,1 miliar. Belum lagi, Anggaran pembinaan umum (pembinaan atlet, pelatih dan wasit pengprov untuk persiapan pelaksanaan kejuaraan regional, nasional/ PON XX) diantaranya cabang olahraga prestasi, umum sebesar Rp9,3 miliar.

“Ini harus dipertanggungjawabkan, dalam hal ini Dr Frans Nurseto. Duit rakyat itu,” tegasnya.

Tokoh Lampung ini juga mengkritik Ketua KONI Yusuf Barusman yang menurutnya bangga mengekspose bahwa Lampung menjuarai cabang-cabang olahraga eksibisi. Sementara cabor-cabor yang dipertandingkan belum menghasilkan medali sama sekali.

“Ketum KONI gak ngerti tentang PON. Pertandingan Eksebisi gak masuk hitungan kejuaraan PON. Sangat memalukan. Target 10 besar saya rasa hanya mimpi,” ucapnya ketus. (LW)