Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Asroni Paslah: Nilai Pancasila Terkikis Medsos, Saatnya Kita Lawan!

Bandarlampung (LW): Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung, Asroni Paslah, mengingatkan masyarakat akan bahaya lunturnya ideologi Pancasila di era digital. Dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang digelar di Jalan Kapten Abdul Haq, Gang Musa, Rajabasa, Sabtu (24/5), Asroni menyebut media sosial telah menjadi senjata dua mata: bermanfaat tapi juga merusak nilai-nilai kebangsaan.

“Perkembangan teknologi dan sosial media hari ini tak bisa dibendung. Tapi sayangnya, itu justru mengikis nilai-nilai Pancasila. Lihat saja, orang duduk bertiga tapi semua sibuk dengan handphone masing-masing. Tidak ada lagi interaksi, tidak ada gotong royong,” tegasnya.

Ia juga menyoroti maraknya tren seperti velocity challenge dan konten-konten serupa yang dianggap tidak pantas dilakukan dalam konteks formal maupun budaya ketimuran.

“Banyak tren yang viral tapi tak mendidik. Kita kehilangan rasa malu dan tata krama. Ini tugas kita bersama untuk mengembalikan ruh Pancasila ke tengah masyarakat,” lanjut Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bandarlampung ini.

Meski begitu, Asroni menekankan pentingnya memanfaatkan sisi positif teknologi, seperti untuk kegiatan ekonomi digital. “Jualan online itu contoh pemanfaatan yang positif. Tapi jangan sampai kita larut dalam dunia maya dan kehilangan jati diri,” ujarnya.

Dalam momen yang sama, Asroni juga menyerap aspirasi warga terkait persoalan pendidikan. Masalah utama yang disampaikan warga meliputi proses seleksi penerimaan murid baru (SPMB), lambannya pencairan dana PIP, pelayanan BPJS, hingga kebutuhan bedah rumah.

“Khusus di Rajabasa, masih sangat minim sekolah tingkat SMA. Ini harus segera kami perjuangkan agar akses pendidikan lebih merata,” pungkasnya. (LW)