Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

343 Tahun Bandar Lampung: DPRD Soroti Ketimpangan Layanan Publik

Bandarlampung (LW): Kota Bandar Lampung genap berusia 343 tahun, namun berbagai persoalan mendasar dinilai masih menghantui kota ini. Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, menyatakan bahwa momen ulang tahun kota seharusnya dijadikan refleksi kritis, bukan sekadar perayaan seremonial.

“Beberapa hal seperti pendidikan, kesehatan, banjir, dan kesejahteraan masih perlu menjadi perhatian serius agar Kota Bandar Lampung bisa semakin baik ke depannya,” tegas Asroni, Selasa (17/6).

Ia menyoroti keras kondisi pendidikan di wilayah padat penduduk yang belum tersentuh fasilitas dasar. Di Kelurahan Kedaung, Kecamatan Kemiling, hingga kini belum tersedia Sekolah Dasar Negeri. Anak-anak di wilayah itu terpaksa menempuh jarak jauh ke SD Negeri Beringin Raya yang sudah kelebihan kapasitas.

Menurut Asroni, keberadaan sekolah yang merata di setiap kecamatan bukan hanya soal jarak, melainkan soal pemerataan hak atas pendidikan yang layak. Hal serupa juga terjadi di sektor kesehatan. Ia menyebut wilayah seperti Rajabasa Jaya masih belum memiliki Puskesmas sama sekali, sementara daerah lain seperti Kemiling membutuhkan penambahan setidaknya dua unit Puskesmas agar layanan bisa menjangkau seluruh warga secara optimal.

“Satu puskesmas idealnya melayani maksimal 20 ribu penduduk. Kalau wilayahnya luas dan padat, satu puskesmas saja jelas tidak cukup,” ujarnya.

Tak hanya itu, banjir juga masih menjadi problem tahunan yang belum terselesaikan. Meskipun pemerintah telah melakukan perbaikan infrastruktur dan relokasi di titik rawan, Asroni menilai pendekatan teknis saja tidak cukup. Ia menekankan perlunya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat agar sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air.

“Masalah banjir tidak bisa selesai hanya dengan betonisasi. Kesadaran masyarakat juga harus dibangun. Pemerintah dan warga harus bergerak bersama,” katanya.

Asroni juga menyoroti lemahnya dukungan terhadap peningkatan keterampilan kerja. Ia menyebut jumlah Balai Latihan Kerja (BLK) di Bandar Lampung masih sangat terbatas. Padahal, keberadaan BLK sangat vital dalam mencetak tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

“Kalau kita serius ingin menurunkan pengangguran, BLK harus diperbanyak dan disesuaikan programnya dengan dunia kerja. Jangan asal pelatihan, tapi tidak relevan,” tegasnya.

Ia berharap dengan bertambahnya usia, Bandar Lampung bisa tumbuh sebagai kota yang tidak hanya cantik secara fisik, tapi juga kuat dari sisi pelayanan dan kesejahteraan warganya. “Semoga di usia ke-343 ini, Bandar Lampung benar-benar bisa menjadi etalase Provinsi Lampung, kota yang nyaman, sehat, dan sejahtera untuk semua warganya,” tutup Asroni. (*/LW)