Bandarlampung (LW): Anggota DPRD Lampung, Andika Wibawa, kembali menyuarakan urgensi penguatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan saat menggelar sosialisasi di Langkapura, Sabtu (25/10) pagi. Menurutnya, derasnya arus teknologi dan gawai tanpa kontrol mulai merusak karakter generasi di tingkat paling dasar, yakni ruang keluarga.
“Anaknya nonton Cocomelon, ibunya nonton drakor, akhirnya tidak ada proses pendidikan karakter di rumah,” tegas Andika.
Ia menekankan, sosialisasi Pancasila wajib digelar langsung di tengah masyarakat. Bukan karena bangsa ini tidak mengerti Pancasila, tetapi agar nilai itu terus diulas dan dihidupkan kembali di ranah nyata. “Kalau tidak ada Pancasila, tidak ada yang saling mengenal satu sama lain,” ujarnya.
Narasumber Agustiono menguatkan, Pancasila lahir dari landasan paling dasar bangsa ini: keberagaman dan agama yang dihayati rakyatnya. “Kalau rakyat sudah berketuhanan, pasti beradab. Kita sudah punya agama, harusnya jadi manusia beradab,” katanya.
Ia menambahkan, bersatunya masyarakat menjadi benteng alami dari ancaman ideologi lain. “Alhamdulillah bangsa ini bersatu, karena itu bahaya komunis tidak mendapat ruang.”
Agustiono juga memperingatkan, ruang pertama pembentukan adab justru ada di rumah. “Ibu-ibu ini benteng sekolah dan madrasah di rumah. Ketika itu hilang, budaya kita tergerus.”
Narasumber lain, M Andi Fachri menyoroti keistimewaan Lampung sebagai contoh toleransi yang masih terjaga. “Di Lampung ini toleransi tinggi. Isu SARA hampir tidak pernah ribut. Karena karakter masyarakat Lampung menerima dan legawa dengan pendatang dari luar.”
Sosialisasi ditutup dengan pesan bahwa nilai Pancasila bukan barang asing bagi bangsa ini. Nilai itu telah hidup jauh sebelum disusun menjadi lima dasar negara, dan kini tugas generasi hari ini hanya satu: menjaganya tetap relevan di tengah gempuran zaman. (LW)











