Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Budiman AS: Teknologi Menggulung, Nilai Pancasila Tergerus

Bandarlampung (LW): Anggota DPRD Provinsi Lampung Budiman AS mengingatkan pentingnya kembali menegakkan Pancasila sebagai “rem kebangsaan” di tengah derasnya arus digital. Hal itu ia sampaikan saat menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Waydadi Baru, Sukarame, Minggu (26/10).

Budiman, yang juga Anggota Komisi I dan Ketua DPC Partai Demokrat Bandarlampung, menegaskan kondisi bangsa saat ini “tidak sedang baik-baik saja”. Banyak nilai luhur yang ditinggalkan, padahal pengorbanan pahlawan untuk republik ini amat besar.
“Di era digital ini gadget membawa manfaat sekaligus mudarat. Geng motor, narkoba, bahkan paham terorisme kini menyusup lewat gawai,” ujar Budiman.

Ia menegaskan, hilangnya kurikulum pembinaan watak sejak BP7 dibubarkan mempercepat lunturnya karakter kebangsaan generasi muda. “Kita sedang darurat Pancasila pada anak-anak,” tegasnya.

Narasumber Levi Tuzaidi menambahkan, nilai sopan-santun yang dulu diajarkan guru dari tegur sapa hingga salim dan mencium tangan, kini nyaris sirna. Survei terhadap pelajar SMA menunjukkan 83,3% generasi tidak lagi tersentuh pendidikan Pancasila dalam bentuk pembiasaan karakter.

“Karena ada Pancasila, kita tidak memperdebatkan suku apa dan agama apa. Itu fondasi yang menyatukan,” kata Levi.

Terkait lahan Waydadi, Budiman menegaskan dirinya tidak akan berhenti mengawal hingga ada kejelasan hukum dan kepastian hak bagi warga. Menurutnya, persoalan ini sudah berlangsung terlalu lama dan melibatkan banyak keluarga yang hingga kini hidup dalam ketidakpastian status tanah mereka.

“InsyaAllah kita akan terus kawal sampai masyarakat mendapatkan kepastian haknya,” tandasnya. (LW)