Bandarlampung (LW): Anggota DPRD Provinsi Lampung, Budiman AS, menegaskan bahwa memperkuat ideologi Pancasila bukan sekadar kewajiban formal negara, tetapi panggilan moral setiap warga. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Perumnas, Kecamatan Way Halim, Kota Bandarlampung, Sabtu (8/11).
Kegiatan yang dihadiri puluhan warga dari berbagai lapisan masyarakat itu menghadirkan akademisi Universitas Lampung, Budi Harjo, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Budi menyoroti gejala menurunnya moralitas dan sopan santun di tengah masyarakat, terutama di kalangan muda, sebagai tanda mulai pudarnya nilai-nilai Pancasila.
“Banyak anak muda hari ini kehilangan arah karena nilai gotong royong, tenggang rasa, dan hormat pada orang tua mulai luntur. Ini alarm bagi kita semua,” ujarnya.
Budiman AS menegaskan, tantangan ideologi di era digital semakin nyata di tengah derasnya arus informasi dan gempuran budaya luar yang perlahan menggerus jati diri bangsa.
“Pancasila adalah jawaban atas semua tantangan zaman. Saat solidaritas sosial mulai renggang, Pancasila-lah yang mempersatukan,” tegas Ketua Demokrat Bandarlampung itu.
Ia menambahkan, pengamalan nilai Pancasila harus dimulai dari rumah tangga. “Pendidikan karakter tidak cukup dari sekolah. Ia tumbuh dari keluarga, dari kebiasaan sopan, menghargai, dan bekerja sama,” ujarnya.
Budiman juga mengajak para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda untuk kembali menumbuhkan semangat kebangsaan di lingkungan masing-masing. “Kita harus lawan budaya instan dan individualisme dengan gotong royong dan empati,” tambahnya.
Warga menyambut kegiatan ini dengan antusias. Mereka berharap sosialisasi seperti ini bisa rutin dilakukan dan menjangkau lebih banyak anak muda.
“Indonesia akan tetap kokoh jika rakyatnya memegang teguh Pancasila. Mari kita jaga bersama, mulai dari rumah, dari lingkungan, dan dari hati kita masing-masing,” pungkas Budiman. (LW)











