Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Andika Wibawa: Pancasila Harus Jadi Kompas Moral di Era Digital

Bandarlampung (LW): Di tengah gempuran budaya global dan derasnya arus digital yang kian mengikis batas moral, Pancasila dinilai tetap menjadi jangkar ideologis yang mampu menuntun generasi muda agar tidak kehilangan jati diri bangsa. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya diyakini bisa menjadi benteng menghadapi derasnya pengaruh negatif media sosial dan gaya hidup instan.

Pandangan tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa SR, dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kecamatan Bumi Waras, Bandarlampung, Minggu (9/11).

Sebagai anggota Komisi V DPRD Lampung yang membidangi kesehatan, pendidikan, dan sosial, Andika menegaskan bahwa revitalisasi nilai-nilai kebangsaan menjadi keharusan di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.

“Sosialisasi ini penting untuk mengingatkan kita agar bijak menghadapi perkembangan teknologi. Kalau dimanfaatkan dengan baik hasilnya positif, tapi kalau tidak, anak-anak kita bisa jadi korban,” ujar Andika.

Ia juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai di kalangan anak-anak. “Jangan biarkan anak terlalu lama bermain gadget tanpa pengawasan. Perhatian orang tua adalah benteng pertama agar mereka tidak terpapar dampak negatif,” pesannya.

Narasumber kegiatan, Moh. Andi Fahri, turut menekankan peran masyarakat dalam menjaga nilai sosial dan kebangsaan di lingkungan masing-masing.
“Tokoh agama kita masih kuat, tapi tantangan datang dari media sosial. Banyak orang sibuk di dunia maya tapi lupa menyapa tetangga. Kegiatan seperti ini bisa mempererat kebersamaan,” ujarnya.

Sementara Dosen UIN Raden Intan Lampung, Vandan Wilianti, menilai penguatan ideologi Pancasila harus sejalan dengan pendidikan karakter dan literasi keluarga.
“Di kampus kami, setiap pukul 10 pagi selalu ada pembacaan Pancasila. Itu bentuk nyata pembiasaan nilai kebangsaan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan rasa syukur sejak dini serta meningkatkan literasi digital dan keuangan di kalangan masyarakat.

“Kalau anak tidak diajarkan bersyukur, dia bisa mudah tergoda hal negatif. Sekarang juga banyak yang terjebak pinjol karena kurang literasi. Jadi, jangan gampang percaya berita di medsos, kita harus cerdas memilah informasi,” tandasnya. (LW)