Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Banjir, Beasiswa dan Pengangguran Jadi Keluhan Utama Reses Andika di Gunung Terang

Bandarlampung (LW): Suasana hangat namun penuh keluhan mewarnai kegiatan reses titik pertama Anggota DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa SR, di Palapa 10, Kelurahan Gunung Terang, Bandarlampung (11/11).

Dalam pertemuan tersebut, warga menyuarakan berbagai persoalan klasik yang belum juga tuntas, mulai dari banjir, minimnya lapangan pekerjaan, hingga persoalan pendidikan dan jalan rawan kecelakaan.

Andika menegaskan, kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat.

“Untuk kemaslahatan warga, saya turun langsung ke sini untuk mendengar dan menampung keluhan. Semua masukan akan kita kawal dan sampaikan langsung kepada Ibu Wali Kota maupun Gubernur Lampung,” ujar legislator Fraksi Gerindra itu.

Perwakilan warga RT 004, Elidawati, mengeluhkan banjir yang terus menggenangi wilayah RT 005 Palapa 10 setiap kali hujan deras. Meski perbaikan sempat dilakukan, genangan air tetap tak bisa dihindari.
“Sudah ada perbaikan dari kelurahan, tapi banjir masih saja datang. Air meluap ke rumah-rumah,” katanya.

Keluhan juga datang dari warga yang menyoroti sulitnya mencari pekerjaan di lingkungan sekitar.
“Kalau ada lowongan, lewat outsourcing. Susah sekali cari kerja sekarang,” tambah Elidawati.

Ketua RT Pulung menuturkan, pembangunan drainase sudah berjalan, termasuk pemasangan box culvert dan siring, namun pengerjaan belum tuntas seluruhnya.
“Masih tersisa sekitar 100 meter yang belum dikerjakan. Kami menunggu kejelasan kelanjutannya,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Andika menyatakan akan mendorong percepatan penyelesaian pembangunan drainase.
“Sudah ada progres, tinggal kelanjutannya. Kami siap bantu kawal agar cepat diselesaikan,” tegasnya.

Terkait ekonomi, Andika menyebut salah satu solusi yang tengah digagas oleh Prabowo Subianto adalah Koperasi Merah Putih, yang menyediakan pinjaman tanpa bunga bagi masyarakat kecil. Ia juga mendorong anak muda agar tak pasif dan mulai memanfaatkan ruang digital untuk menciptakan peluang.

“Sekarang semua serba terbuka. Anak muda bisa hasilkan uang dari keahlian dan kreativitas. Yang jago bahasa bisa kerja online, yang kreatif bisa jualan lewat media sosial,” katanya.

Keluhan lain datang dari Apriansyah, mahasiswa asal Gunung Terang, yang menyoroti keterlambatan pencairan beasiswa serta ketimpangan penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Banyak teman kuliah berhenti karena beasiswa tertahan dua tahun. Parahnya, anak pejabat malah dapat KIP, sementara yang benar-benar butuh tidak,” ujarnya.

Ia bahkan mengusulkan agar pemerintah meluncurkan program “Satu Anak Satu Sarjana” untuk memastikan setiap keluarga kurang mampu memiliki kesempatan kuliah.

Andika merespons bahwa meski DPRD tidak memiliki kewenangan langsung terkait beasiswa, pihaknya siap menjadi penghubung agar aspirasi itu sampai ke pemerintah provinsi dan pusat.

“Kami bisa bantu ajukan nama-nama, nanti proses seleksi di instansi terkait. Kalau ada program dari Gubernur atau dari Pak Prabowo, tentu kami akan salurkan,” jelasnya.

Masalah lain yang mencuat adalah kondisi jalan Segala Minder – Gunung Terang, yang dinilai sempit dan rawan kecelakaan. Herli Anto, Ketua Lingkungan setempat, mengaku sudah berkali-kali mengirim surat permohonan ke pemerintah, namun belum ada tindak lanjut.

“Jalan ini sering makan korban. Kami sudah ajukan perbaikan, tapi belum juga direspons,” ungkapnya.

Menutup resesnya, Andika berjanji akan terus mengawal seluruh aspirasi yang masuk agar tak berhenti di forum semata.
“Semua akan kita perjuangkan bersama. Aspirasi warga adalah amanah yang harus kami bawa sampai tuntas,” tegasnya. (LW)