Lampung Tengah (LW): Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Dapil Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi, kembali turun menyerap aspirasi masyarakat dalam agenda reses yang digelar di Kecamatan Way Pengubuan, Jumat (21/11). Dalam dialog bersama warga, sederet persoalan infrastruktur dan kebutuhan pembangunan mengemuka, menandai masih banyaknya fasilitas publik yang perlu perhatian serius dari pemerintah daerah maupun provinsi.
Salah satu keluhan utama datang dari warga Kampung Purnama Tunggal yang menyampaikan bahwa pagar Taman Makam Pahlawan (TMP) Purnama Tunggal sepanjang sekitar 500 meter hingga kini belum terbangun. Kondisi terbuka tanpa pagar dinilai kurang layak bagi area pemakaman pahlawan yang seharusnya dijaga kehormatannya, sekaligus mengurangi keamanan dan kerapihan lokasi.
Warga juga menyoroti kondisi Jalan Provinsi yang menghubungkan Purnama Tunggal dengan Poncowati. Jalan ini mengalami kerusakan cukup berat dan menjadi kendala besar bagi mobilitas warga, pengangkutan hasil pertanian, hingga aktivitas ekonomi sehari-hari. Jalan rusak tersebut kerap menimbulkan kemacetan lokal dan memperbesar risiko kecelakaan, terutama saat musim hujan.
Tak hanya itu, kelompok wanita tani (KWT) di wilayah Way Pengubuan turut menyampaikan harapan mereka untuk memiliki bangunan rumah produksi sebagai pusat home industri. Mereka menyebut kebutuhan anggaran sekitar 450 juta rupiah untuk membangun fasilitas tersebut. Kehadiran rumah produksi ini diyakini mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal dan membuka peluang ekonomi baru bagi perempuan tani setempat.

Di Dusun Wirabhakti, warga kembali mengingatkan perlunya pembangunan sumur bor sebagai solusi pemenuhan air bersih. Selama ini, kebutuhan air masih bergantung pada sumber yang tidak stabil, terutama saat musim kemarau.
Di Dusun I Wira Yudha, masyarakat juga mengusulkan pembangunan gorong-gorong serta perbaikan Jalan Usaha Tani di dua titik. Infrastruktur ini dinilai sangat penting untuk mendukung aktivitas pertanian, mengingat sebagian besar warga menggantungkan hidup pada sektor tersebut.
Menanggapi serangkaian keluhan tersebut, Ni Ketut Dewi Nadi menegaskan komitmennya untuk mengawal tiap aspirasi dalam pembahasan bersama pemerintah provinsi maupun dinas terkait. Sebagai anggota Komisi IV, ia menyatakan persoalan infrastruktur dasar, air bersih, dan jalan pertanian akan menjadi prioritas yang terus ia perjuangkan.
“Semua aspirasi ini adalah kebutuhan mendesak masyarakat. Saya sudah mencatatnya dan akan mendorong agar bisa masuk dalam program pembangunan. Kita harus memastikan pelayanan publik dan akses ekonomi berjalan layak,” ujar Dewi Nadi.
Melalui forum dialog terbuka, Dewi Nadi kembali menegaskan bahwa peran wakil rakyat adalah menjadi jembatan real antara kebutuhan masyarakat dan kebijakan pemerintah. (LW)











