Lampung Tengah (LW): Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi, melanjutkan giat reses (menyerap aspirasi masyarakat) di Kecamatan Kalirejo (20/11). Pertemuan yang berlangsung di Kampung Kalirejo itu turut dihadiri Kepala Kampung setempat, Sudiyono, serta sejumlah tokoh masyarakat yang menyampaikan berbagai persoalan infrastruktur dan kebutuhan pertanian yang mendesak.
Warga membuka dialog dengan menyoroti kondisi jalan kabupaten dari Kalirejo menuju Watu Agung yang mengalami kerusakan berat. Jalan yang menjadi jalur utama mobilitas warga itu sudah lama sulit dilalui, terutama bagi petani yang mengangkut hasil bumi dan bagi masyarakat yang beraktivitas harian.
Tidak jauh berbeda, jalan kabupaten ke arah Balai Kampung Kalirejo juga dikeluhkan warga. Kondisinya rusak dan berlubang, sehingga mengganggu akses warga menuju pusat kegiatan kampung yang setiap hari digunakan untuk pelayanan administrasi maupun kegiatan sosial.
Warga juga menyinggung soal pembangunan jalan provinsi Kalirejo menuju Pringsewu. Meski badan jalan tersebut sudah dibangun, warga menilai proyek itu belum lengkap karena tidak disertai pembangunan drainase. Tanpa saluran air, genangan kerap terjadi dan dikhawatirkan akan mempercepat kerusakan jalan yang baru selesai dibangun itu.
Di Dusun IV Kalirejo, warga meminta pembangunan jembatan yang menghubungkan jalan pertanian sekaligus menjadi akses antar-kampung dari Kalirejo menuju Kalidadi. Jembatan tersebut menjadi kebutuhan vital karena menjadi jalur transportasi hasil panen serta mobilitas masyarakat.

Kebutuhan lain yang tidak kalah mendesak datang dari sektor pertanian. Warga Dusun VI Kalirejo mengusulkan pembangunan sumur bor pertanian. Sumber air itu sangat dibutuhkan setiap musim kemarau, ketika kekeringan membuat lahan pertanian tidak bisa digarap maksimal dan hasil panen menurun drastis.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ni Ketut Dewi Nadi menyampaikan bahwa seluruh keluhan telah ia catat untuk diperjuangkan dalam pembahasan di DPRD maupun koordinasi dengan dinas terkait. Ia menegaskan bahwa persoalan jalan, jembatan, dan sarana air bagi petani merupakan kebutuhan pokok yang harus mendapat perhatian serius.
“Jika infrastruktur dan sarana pertanian tidak terpenuhi, aktivitas warga akan terus terhambat. Aspirasi masyarakat Kalirejo ini akan saya kawal agar masuk dalam program pembangunan ke depannya,” kata Dewi Nadi di hadapan warga. (LW)











