Sahdana Desak APH Segera Ungkap Pelaku Begal Guru Ngaji di Waykanan

Bandarlampung (LW): Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil Way Kanan dan Lampung Utara Sahdana, S.P.d berharap kepada aparat penegak hukum dalam hal ini Kapolda Lampung dan Polres Way Kanan agar bisa secepatnya menangkap pelaku pembegalan yang terjadi di Kampung Pisang Indah Kecamatan Bumi Agung Kabupaten Way Kanan

Meskipun Saat ini Polda Lampung ikut mencari pelaku begal yang menewaskan guru ngaji di Way Kanan beberapa waktu lalu, namun hingga kini belum berhasil memburu atau menangkap pelaku pembegalan sadis yang telah merenggut nyawa Korban bernama Jazni (44) yang ditemukan tewas bersimbah darah di tengah jalan pada Jumat (25/3) pagi.

Saat dikonfirmasi melalui Via Whatshap, Anggota DPRD Sahdan S.P.d, mengatakan, dirinya sebagai Wakil Rakyat DPRD dari Dapil Lima Way Kanan dan Lampung Utara memintak Aparat Penegak Hukum (APH) yakni Kapolda Lampung agar bisa menangkap Ranmor yang terjadi di Kampung Pisang Indah Kecamatan Bumi Agung, yang mengakibatkan meninggalnya Jasni seorang Guru Ngaji yang sangat tragis dan sangat mengenaskan.

“Saya sangat mendukung kinerja Polda Lampung dan Polres Way Kanan agar kiranya bisa secepatnya tangkap pelaku hidup atau mati dan dihukum sesuai dengan perbuatannya yang sangat sadis, karena tak hanya rampas harta melainkan merenggut nyawa korban. Sungguh sangat menggugah hati nurani,” ucap Sahdana.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan Polda Lampung akan membackup Polres Way Kanan untuk mengejar pelaku. “Backup atau dukungan penyelidikan tindak pidana pencurian dengan kekerasaan di wilayah hukum Polres Way Kanan disupervisi dan diasistensi langsung oleh Dirkrimum Polda Lampung Kombes Pol Dr Reynold Elisa P Hutagalung,” ungkapnya.

Jazni diduga menjadi korban pencurian dengan kekerasan, karena sepeda motor Honda Beat warna merah miliknya yang digunakan pagi itu untuk menjemput anaknya di pondok pesantren Pisang Baru tidak ditemukan di dekat jenazahnya dan di tubuh Jazni ditemukan tiga luka tusuk di bagian dada, paha dan perut.

“Saat saya sedang membuka toko kelontong di depan rumah, saya melihat dua orang dengan penutup wajah melintas menggunakan dua unit motor matic dengan kecepatan tinggi ke arah kampung Teratang Sakti OKU Timur,” kata Imam yang rukonya di sekitar TKP. (LW)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.