by

Cari Tahu Penyebab Detak Jantung Janin Tidak Terdeteksi Hingga Cara Mengatasinya

Lampungway.com. Cari Tahu Penyebab Detak Jantung Janin Tidak Terdeteksi Hingga Cara Mengatasinya. Apa yang akan Anda lakukan apabila detak jantung janin yang biasa Anda dengar dari rahim istri tiba-tiba saja tidak terdengar lagi?.

Hal tersebut tentu saja membuat gundah gulana, spot jantung bahkan membuat panik bukan. Seperti yang kita ketahui, bahwa detak jantung janin dalam kandungan bisa terdengar dari mulai janin berusia 8 minggu.

Ada juga yang beranggapan, detak jantung janin dapat terdengar dari mulai janin berusia 6 minggu, namun usia kandungan normal untuk dapat mengetahui detak jantung bayi biasanya berkisar antara minggu ke delapan hingga minggu ke sebelas.

Penyebab Detak Jantung Janin Tidak Terdeteksi

Namun, tidak jarang juga detak jantung janin baru terlihat/terdengar pada saat janin berusia 17 minggu, berbagai macam faktor pun dapat mempengaruhi beragamnya informasi ini. Untuk dapat mengetahui lebih jelas mengenai penyebab detak jantung janin tidak terdeteksi, dapat kami sampaikan indikasinya sebagai berikut:

1. Kesalahan saat Menghitung Masa Kehamilan

Permasalahan ini sangat riskan terjadi pada ibu hamil, banyak dari ibu hamil yang mengira bahwa detak jantung janin belum terdeteksi dikarenakan terdapat masalah pada janin maupun kandungannya, padahal masih belum tentu dengan pendapat-pendapat tersebut.

Seringkali ibu hamil masih belum dapat menghitung dengan benar usia kehamilannya sendiri, oleh karena itu ketika memeriksakan diri ke dokter, anggapan mengenai masa kehamilannya kurang tepat.

2. Janin Masih Terlalu Kecil

Jika usia kehamilan masih sekitar 2 bulan atau masih memasuki usia janin 5 minggu itu artinya detak jantung janin bisa jadi masih riskan untuk dilakukan pemeriksaan, karena bisa jadi detak jantungnya belum terdeteksi dengan baik.

Memang ada janin yang dapat terdeteksi di usia 5 minggu ada juga yang belum bisa terdeteksi dengan baik.  Pemeriksaan hendaknya dilakukan dengan usia janin yang pas yakni pada saat berusia 8 minggu, karena pada saat janin berusia 8 minggu, detak jantung seharusnya sudah ditemukan pada janin.

Sebagai acuan bagi ibu hamil, pada saat janin berusia 8 minggu dapat dilakukan pemeriksaan USG transvaginal dan pemeriksaan Doppler untuk mengetahui perkembangan janin, dan dapat juga dilanjutkan dengan pemeriksaan panjang janin untuk lebih mengetahui perkembangan janin disesuaikan dengan usia janin dan detak jantung janin yang telah dirasakan.

3. Janin Tidak Berkembang

Kemungkinan lainnya yang bisa membuat jantung copot sebagai penyebab detak jantung janin tidak terdeteksi yaitu karena adanya permasalahan pada janin yang berada di kandungan. Janin yang tidak berkembang. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor salah satunya yakni kelainan kromosom atau genetik, selain itu juga terdapat kemungkinan lain yaitu adanya infeksi pada ibu hamil ketika mengandung janin.

Hal ini masih harus dibahas lebih lanjut dan tidak boleh terburu-buru dalam memutuskan sesuatu karena harus ada second opinion dari dokter kandungan lainnya dalam memberikan suatu penjelasan medis mengenai kesehatan dan kondisi perkembangan janin Anda.

4. Kesalahan pada Mesin Pendeteksi Detak Jantung/Human Error

Meskipun hal ini sangat dihindari oleh para dokter, namun kasus adanya indikasi human error maupun kesalahan alat pemeriksanya ini beberapa kali terjadi pada pengalaman banyak ibu hamil di dunia.

Kesalahan ini dapat terjadi pada saat pendeteksian detak jantung, dari kasus inilah banyak ibu hamil belajar mengenai pentingnya second opinion dari rumah sakit/lab yang berbeda dan dari dokter spesialis kandungan yang berbeda pula.

Jika ada penjelasan dokter mengenai usia kehamilan 8 bulan yang masih juga belum terdeteksi detak jantungnya, Anda tidak perlu terlalu khawatir karena Anda dapat melakukan pemeriksaan ke tempat dan dokter lain untuk memeriksakan diri.

Hal ini tentu tidak mudah karena akan mengeluarkan biaya lagi untuk tes yang ke-2, namun hal ini sangat penting untuk dilakukan karena mengingat adanya human error atau kesalahan alat pemeriksaan sangat mungkin jika terjadi saat Anda melakukan pemeriksaan.

5. Kondisi Janin yang Berbeda

Maksudnya adalah adanya kondisi janin yang dapat menunjukkan detak jantungnya pada saat usia kandungan/janin masih 5-7 minggu, usia janin yang menunjukkan terdeteksi detak jantung pada saat berusia 8 minggu maupun janin yang baru terdeteksi detak jantungnya pada saat usia 11-13 minggu masa kehamilan.

Hal ini bisa terjadi karena disebabkan oleh kesalahan pada masa penghitungan masa kehamilan, dan kondisi besar kecilnya janin di dalam kandungan.

Untuk ukuran dan kondisi janin yang normal akan memiliki detak jantung/terdeteksi detak jantungnya pada saat usia janin mencapai 8-13 minggu.

Ibu hamil dimohon tidak perlu terlalu khawatir terlebih dahulu jika pada usia kehamilan minggu ke-8 masih belum menunjukkan terdeteksinya detak jantung, pengecekan yang lain juga perlu dilakukan untuk meyakinkan bahwa janin berkembang dengan baik yakni salah satunya adalah pengukuran panjang janin.

Perlu diketahui bahwa panjang pada janin normal akan bertambah 1 mm setiap harinya (1mm/hari). Pendeteksi jantung dan panjang janin perlu dilakukan untuk melihat perkembangan janin disetiap harinya, apakah memiliki panjang dan bertumbuh dengan sesuai ataukah tidak.

6. Kondisi Jantung Janin yang Primitif (Belum Bekerja Secara Sempurna)

Terdapat kasus dengan kondisi jantung pada usia janin 8 minggu yang masih belum dapat bekerja secara sempurna ini semakin menguatkan bahwa sebaiknya ibu hamil tidak terburu-buru untuk memutuskan sesuatu ketika tidak mendengar detak jantung janin untuk pertama kali melakukan pemeriksaan.

Dibutuhkan ketelitian dan ketekunan maupun kesabaran dari ibu hamil untuk menghadapi segala kemungkinan-kemungkinan yang ada.

Kasus dengan kondisi jantung janin yang primitif pada usia kandungan yang seharusnya telah terdeteksi detak jantung ini banyak dialami oleh ibu hamil, dan ketika ditunggu baru terdeteksi pada saat kandungan/janin berusia kurang lebih 10 minggu.

Cara Mengatasi Detak Jantung Janin yang Tidak Terdeteksi

Cara mengatasi detak jantung janin yang tidak terdeteksi ini sebenarnya ada pada usaha dari ibu janin ini sendiri, ketika pada pemeriksaan pertama/awal telah terindikasi dengan tidak terdeteksinya detak jantung dari janin yang dikandungnya, mungkin dapat disebabkan oleh beberapa hal.

Penyebab tidak terdeteksinya detak jantung dari janin dapat disebabkan karena posisi janin yang masih belum bisa dideteksi, usia janin yang masih terlalu kecil untuk dideteksi, berat badan ibu janin yang mengalami kegemukan berlebih maupun adanya kesalahan dari dokter maupun alat pendeteksi pada saat melakukan pemeriksaan detak jantung janin.

Cara mengatasi hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Melakukan Pemeriksaan Janin pada Usia yang Tepat

Lakukan pemeriksaan janin pada usia yang tepat dan dengan frekuensi sesering mungkin. Sejak belum terdeteksinya detak jantung janin pada kandungan ibu, diwajibkan bagi ibu untuk melakukan kontrol kesehatan janin dengan rutin, kontrol kesehatan dengan rutin dan kembali lagi kepada dokter yang sama setelah menunggu beberapa minggu untuk mendapatkan hasil perkembangan janin bukanlah hal yang sulit, tetapi juga membutuhkan kesabaran dan usaha keras.

  • Periksa Kepada Dokter Kedua/Second Opinion dari Dokter Berbeda

Maksud dari melakukan pemeriksaan kepada dokter kedua yakni untuk mendapatkan opini kedua/second opinion yang sangat berguna sebagai referensi ibu hamil dalam mendapatkan informasi-informasi tambahan mengenai kondisi kandungan/janin.

Ibu hamil tidak dapat hanya pasrah kepada 1 dokter spesialis di satu tempat saja karena mengingat riskan adanya kesalahan pada alat pemeriksa maupun dokter yang memeriksa (human error).

Jadi saran untuk ibu hamil yaitu pastikan kepada 2 dokter spesialis yang berbeda untuk mendapatkan tambahan-tambahan informasi, jika memang perlu dilakukan pemeriksaan kepada dokter spesialis yang ke-3 pun tidak masalah.

  • Membeli Alat Doppler untuk Pemeriksaan Jantung Janin Secara Mandiri

Membeli alat Doppler ini juga dapat mengurangi kekhawatiran seorang ibu yang mengandung jikalau tidak kunjung terdeteksi detak jantung janin yang dikandungnya.

Kondisi janin yang berbeda-beda membuat deteksi jantungnya pun berbeda-beda dalam hal usia terdeteksinya. Terkadang dikarenakan posisi janin dan berat badan dari ibu juga dapat mempengaruhi terdeteksinya jantung dari janin di dalam kandungan.

Selain itu juga bisa karena alat yang tidak berfungsi dengan baik pada saat dilakukan pemeriksaan.

Cara Mencegah Detak Jantung Janin Yang Tidak Terdeteksi

Cara mengatasi detak jantung yang tidak terdeteksi ini sebenarnya lebih kepada bagaimana ibu hamil mengolah informasi yang diterima sejak awal masa kehamilan dan lebih bersabar dengan tahapan-tahapan pemeriksaan yang dilakukan agar tidak terlalu tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.

Cara mengatasi ini juga dapat menjadi referensi untuk membuat ibu hamil tidak khawatir terlebih dahulu pada saat awal pemeriksaan USG pada sang janin yang berada di dalam kandungan.

1. Melakukan Pemeriksaan/USG Kepada Dokter Spesialis Kandungan Secara Rutin

Pemeriksaan USG transvaginal dan pemeriksaan Doppler hendaknya dilakukan di rumah sakit yang memiliki reputasi baik maupun di dokter spesialis yang sudah ahli dalam menangani pasien ibu hamil.

Dengan melakukan prosedur pemeriksaan rutin, dapat dipastikan dengan baik kondisi kandungan/perkembangan janin yang ada di dalam kandungan di setiap minggunya.

Pemantauan ini dilakukan untuk menghindari adanya kekeliruan dan kekhawatiran yang berlebih dari ibu hamil mengenai kondisi kandungan/janin.

2. Melakukan Penghitungan Masa Kehamilan/Usia Janin dengan Benar Sejak Awal

Perlu ditekankan disini, untuk dapat menghitung dan memperoleh perhitungan masa kehamilan yang tepat dapat dilakukan dengan metode HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir),

contohnya: misalkan hari ini tanggal 16 Agustus Anda mengetahui bahwa Anda telah positif hamil menggunakan testpack dan HPHT Anda 16 Juli, maka dapat diketahui usia kehamilan/usia janin Anda telah 4 minggu.

Namun terdapat kekurangan dari cara menghitung kehamilan menggunakan metode ini, yaitu terdapat plus minusnya sekitar 2 minggu, jadi disarankan untuk menghitung usia kandungan/usia janin yang lebih akurat dilakukan dengan menggunakan USG (Ultrasonografi).

Dengan penghitungan masa kehamilan dengan benar maka akan dapat membantu Anda sebagai ibu hamil dalam memeriksakan kandungannya dengan tepat dan dengan kondisi yang memang sudah seharusnya janin memiliki detak jantung.

3. Berhenti Mengkonsumsi Obat-obatan Selama Masa Kehamilan Sejak Awal Kehamilan

Konsumsi obat-obatan yang terlalu keras dan tidak dianjurkan oleh dokter apalagi obat-obatan yang dijual bebas dapat memiliki efek buruk bagi janin di dalam kandungan.

Bahan yang terkandung di dalam obat-obatan tersebut tidak aman untuk dikonsumsi dikarenakan terlalu keras dan dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin di dalam kandungan.

Obat-obatan dapat mengebabkan resiko janin dan bayi ketika lahir nanti memiliki kelainan, cacat maupun resiko janin tidak tumbuh dan berkembang saat berada di dalam kandungan karena telah mati.

4. Mulai Hidup dengan Pola Hidup Sehat

Kebanyakan penyakit bisa terjadi karena disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat, sehingga daya tahan tubuh pun menurun dan dengan mudahnya terserang penyakit.

Begitu juga dengan wanita yang suatu saat nanti pasti akan hamil, sehingga harus lebih ekstra dalam menjaga pola hidupnya.

Karena selain menjaga dirinya sendiri, wanita atau ibu hamil bertanggung jawab terhadap kesehatan janinnya. Beberapa gaya hidup yang harus diperhatikan diantaranya:

  • Tidak Merokok

Merokok sebaiknya tidak terlalu sering bagi suami dari ibu hamil karena merokok juga dapat menyebabkan ibu hamil menghirup udara yang tidak berkualitas.

Asap yang dihasilkan dari perkokok-perokok berat dapat mengakibatkan ibu hamil menjadi perokok pasif dan pada akhirnya juga akan berbahaya bagi janin yang berada di dalam kandungan ibu.

  • Tidak Meminum Alkohol

Alkohol sebaiknya tidak dikonsumi oleh ibu hamil maupun suaminnya karena akan dapat mempengaruhi janin yang sedang dikandung oleh ibunya.

Kadar alcohol yang dikonsumsi pada ayah dapat mempengaruhi kualitas sperma yang dihasilkan ketika menjadi janin, maka akan sangat dimungkinkan terjadi  kelainan pada janin yang dihasilkan.

  • Mengkonsumsi Makanan Sehat (Buah dan Sayuran)

Memulai untuk memiliki pola hidup sehat dapat membantu Anda yang selama ini memiliki kesulitan dalam memiliki seorang anak.

Pola hidup sehat dapat diterapkan dengan cara mengkonsumsi makanan-makanan sehat, buah-buahan, sayuran segar dan mengurangi konsumsi makanan cepat saji yang dapat meningkatkan resiko obesitas tinggi.

Demikian informasi mengenai penyebab detak jantung janin tidak terdeteksi dan cara mengatasi serta mencegahnya. Semoga bermanfaat dan jaga selalu kesehatan jantung Anda.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *